Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF), Lise Klaveness menyatakan bakal meminta majelis pengurus NFF untuk mengusulkan pengaduan etik mengenai penangguhan hukuman kartu merah pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun di Piala Dunia 2026.
Dilansir dari ESPN, Klaveness dalam wawancaranya dengan The Times mendesak Presiden FIFA, Gianni Infantino untuk mengakui bahwa penangguhan hukuman tersebut merupakan sebuah kesalahan. Hal ini lantaran keputusan diambil lantaran dipengaruhi oleh aspek eksternal.
Balogun dikartu merah saat AS menyingkirkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 pada awal Juli lalu. Kartu merah itu didapat Balogun lantaran ribut dengan bek Bosnia, Tarek Muharemovic, pada menit ke-64. Kondisi itu sejatinya menguntungkan Belgia nan bakal jadi musuh AS di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi kemudian Balogun mendadak dibolehkan main lantaran FIFA menangguhkan hukuman pemain AS Monaco tersebut.
"Saat Anda melonggarkan patokan seperti ini, Anda melangkah ke situasi rawan nan dapat menakut-nakuti kelangsungan permainan secara keseluruhan. Sungguh mengkhawatirkan bagi bumi sepak bola ketika aturan-aturan mendasar permainan dikompromikan," ujar Klaveness.
"Pertama-tama, perihal ini semestinya tidak terjadi. Kini, sangatlah krusial penting untuk menjalin komunikasi nan jujur mengenai masalah ini. Kita semua tahu bahwa keputusan ini dipengaruhi oleh pihak luar dan tidak melalui prosedur nan semestinya."
Klaveness pun mendesak Infantino untuk meminta maaf atas blunder nan dilakukan oleh induk organisasi sepak bola bumi tersebut berangkaian dengan kasus Balogun.
"Kita memerlukan pemimpin FIFA nan berani mengakui bahwa ini adalah sebuah kesalahan."
(jal/sry)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·