Presiden FIFA Gianni Infantino Diselidiki Kongres AS terkait Hubungan dengan Donald Trump

1 hari yang lalu 6
Presiden FIFA Gianni Infantino Diselidiki Kongres AS mengenai Hubungan dengan Donald Trump Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden AS Donald Trump.(Dok. Yahoo Sport)

ANGGOTA senior Komite Yudisial DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, meluncurkan penyelidikan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. Penyelidikan ini berfokus pada hubungan antara badan sepak bola bumi tersebut dengan Donald Trump dan administrasinya, menyusul berakhirnya gelaran Piala Dunia di Amerika Serikat.

Dalam surat nan dikirimkan pada Minggu (26/7), Raskin meminta FIFA menyerahkan arsip mengenai pemberian hadiah, pembayaran, alias faedah bagi Trump dan rekan-rekannya.

Selain itu, Raskin meminta log visitor instansi FIFA di Trump Tower, Manhattan, nan mulai ditempati tahun lalu, serta menjadwalkan wawancara transkrip dengan Infantino paling lambat 9 Agustus mendatang.

Hubungan keduanya menjadi sorotan tajam setelah Trump terlihat mendampingi Infantino dalam penyerahan trofi Piala Dunia usai Spanyol mengalahkan Argentina di final.

Penonton di New York New Jersey Stadium sempat menyoraki keduanya saat turun ke lapangan. Ketegangan meningkat setelah terungkap bahwa Trump diduga melobi Infantino untuk membatalkan skorsing kartu merah striker AS, Folarin Balogun, sebelum laga babak 16 besar melawan Belgia, sebuah permintaan nan akhirnya dikabulkan FIFA.

Raskin menuduh Infantino telah meruntuhkan pagar etika FIFA demi mendekatkan diri dengan manajemen Trump. Ia menyebut strategi tersebut sebagai "suap legal" nan mencederai transparansi organisasi.

"Kurangnya pengawasan ini telah membuka jalan bagi Anda untuk menjilat manajemen Trump," tulis Raskin dalam suratnya, merujuk pada pembubaran komite etika FIFA di awal masa kedudukan Infantino.

Selain masalah lobi politik, penyelidikan ini juga menyasar kebijakan tiket Piala Dunia nan menggunakan sistem dynamic pricing. Kebijakan tersebut memicu lonjakan nilai nan drastis dan dianggap sebagai praktik penipuan penjualan nan merugikan konsumen di Amerika Serikat.

Raskin menilai FIFA memanfaatkan status istimewanya di bawah perlindungan politik untuk mengeksploitasi penggemar.

Meski Raskin tidak mempunyai kewenangan penuh untuk memaksa kehadiran Infantino tanpa support kebanyakan Republik di DPR, tekanan internasional mulai bermunculan. Federasi Sepak Bola Norwegia dilaporkan berencana mengusulkan keluhan resmi ke komite etika FIFA mengenai intervensi politik dalam kasus Balogun.

Menanggapi kritik tersebut, Infantino melalui unggahan di IG membantah semua tuduhan dan menuding para kritikus menyebarkan kebencian. Ia tetap menegaskan bahwa Piala Dunia kali ini merupakan kesuksesan besar, di tengah persiapan AS untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Wanita 2031. (Yahoo Sport/The Guardian/Z-10)

Selengkapnya