Presiden Prabowo Puji Dedikasi Kabinet Merah Putih: Tak Ada Tanggal Merah!

1 jam yang lalu 3
 Tak Ada Tanggal Merah! Presiden Prabowo Subianto di Bali.(Dok. Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi jejeran Kabinet Merah Putih. Presiden menilai para menteri dan ketua lembaga telah menunjukkan komitmen luar biasa dengan terus bekerja tanpa mengenal hari libur alias "tanggal merah".

"Hari ini hari penting. Walaupun hari libur, kami berjuang untuk rakyat. Memang di Kabinet Merah Putih, mungkin nyaris tidak ada tanggal merah dan itu risiko. Risiko pengabdian," ujar Presiden Prabowo saat menghadiri agenda di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di sela peluncuran program strategis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp. Menariknya, agenda besar ini tetap dilaksanakan meskipun bertepatan dengan hari libur nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tantangan bagi nan Tidak Sanggup

Dalam arahannya, Kepala Negara menegaskan bahwa ritme kerja tinggi adalah akibat dari pengabdian kepada negara. Ia apalagi memberikan pesan tegas bagi jejeran nan merasa tidak bisa mengikuti kecepatan kerja kabinet saat ini.

“Tapi nan tidak sanggup boleh minggir, banyak nan mau menggantikan saudara,” tegas Prabowo.

Presiden secara langsung menguji kesiapan para pemangku kepentingan untuk merealisasikan sasaran PLTS 100GWp dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Ia menyapa langsung Menteri ESDM, Kepala Danantara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, hingga Direktur Utama PLN dan Pertamina.

"Yang semangat, kita buktikan lagi. Nanti tiga tahun lagi kita kumpul lagi, kita selalu bicara dengan bukti," imbuhnya.

Capaian Swasembada Pangan dan Transformasi BUMN

Optimisme Presiden bukan tanpa alasan. Ia merujuk pada keberhasilan tim ekonomi dan pertanian nan bisa mencapai sasaran swasembada pangan hanya dalam waktu satu tahun, jauh lebih sigap dari sasaran awal ialah empat tahun.

Selain itu, Prabowo menyoroti transformasi signifikan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Ia memuji kepemimpinan nan jujur dan patriotik lantaran sukses mengubah BUMN nan merugi puluhan tahun menjadi perusahaan nan mencetak untung dengan kenaikan pendapatan hingga ratusan persen dalam waktu kurang dari dua tahun.

Sebagai corak apresiasi atas keahlian nan melampaui target, Presiden menjanjikan penganugerahan tanda kehormatan bintang negara bagi para pejabat dan tim nan sukses membuktikan prestasi nyata di lapangan. (Ant/H-3)

Selengkapnya