Presiden Prabowo Subianto didampingi Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras .(Dok.Istimewa)
PRESIDEN Prabowo Subianto meninjau pengembangan hilirisasi tebu menjadi bioetanol nan dilakukan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I (Persero) saat menghadiri Panen Raya TNI dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).
Dalam aktivitas tersebut, Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta sejumlah menteri, ketua lembaga, kepala daerah, dan dewan BUMN.
Saat meninjau stan PTPN I, Presiden memperoleh penjelasan mengenai pengembangan bioetanol berbahan baku tetes tebu nan diproduksi PT Energi Agro Nusantara (Enero), anak perusahaan PTPN I.
Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan perusahaan terus mengembangkan hilirisasi tebu sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan daya dan meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan.
"Melalui PT Energi Agro Nusantara (Enero), kami mengolah tetes tebu menjadi bioetanol dengan kapabilitas produksi 100 kiloliter per hari. Bioetanol tersebut dimanfaatkan sebagai fuel grade etanol untuk campuran bahan bakar, termasuk Pertamax Green 95. Selain itu, kami juga menghasilkan extra neutral alcohol untuk kebutuhan kosmetik dan farmasi, spiritus, serta pupuk hayati," ujar Rivai.
Menurutnya, pengembangan bioetanol menjadi salah satu strategi PTPN I dalam memperkuat daya terbarukan sekaligus mendukung program hilirisasi nan dicanangkan pemerintah.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab berbareng nan memerlukan kerjasama seluruh komponen bangsa, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, BUMN, bumi upaya hingga masyarakat.
"Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan aktivitas nasional nan melibatkan seluruh kekuatan bangsa. Saya membujuk semua kekuatan bangsa, bersatulah untuk bangsa dan rakyat kita," kata Prabowo.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan Panen Raya TNI menjadi bukti sinergi lintas sektor dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.
"Capaian ini adalah hasil dari sinergi TNI, pemerintah, BUMN, bumi usaha, akademisi, dan masyarakat. Kami memohon pengarahan Bapak Presiden agar seluruh program nan kami laksanakan tetap selaras dengan kebijakan pemerintah dan memberikan faedah sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia," ujar Agus.
Ia menambahkan, hilirisasi tebu tidak hanya menghasilkan bioetanol sebagai bahan bakar nabati, tetapi juga beragam produk berbobot tambah seperti molase, bahan baku industri dan farmasi, pupuk organik, serta produk turunan lainnya nan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Melalui pengembangan bioetanol tersebut, PTPN I menegaskan komitmennya untuk mendukung ketahanan pangan dan daya nasional sekaligus memperkuat hilirisasi sektor perkebunan melalui penemuan dan pemanfaatan daya terbarukan. (Ant/E-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·