ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatatkan produksi minyak mentah sebesar 151,5 ribu barel per hari (bph) sepanjang tahun 2025. Capaian itu menjadikan perusahaan sebagai produsen minyak terbesar di Indonesia nan berkontribusi signifikan terhadap pasokan daya nasional.
Direktur Utama PHR, Muhammad Arifin menjelaskan bahwa strategi utama perusahaan saat ini difokuskan pada upaya menjaga tingkat produksi dari lapangan-lapangan nan sudah tua. Dia menegaskan perseroan bekerja keras menahan laju penurunan alamiah (natural decline) di Blok Rokan sembari mengejar kesempatan pertumbuhan baru.
"PHR Rokan di tahun 2025 itu bisa mencapai produksi 151,5 barrel oil per day which is kita ketahui berbareng sebagai produser terbesar di Indonesia. Alhamdulillah kita bisa berkontribusi 24-25% produksi Indonesia dan juga jika untuk Pertamina kita bisa sampai 33%," katanya dalam program Energy Corner CNBC Indonesia, dikutip Senin (13/7/2026).
Bagi PHR, pengelolaan sumur minyak tua seperti nan ada di Rokan memerlukan upaya lebih lantaran proses pengembangannya kompleks. Selain menjaga pedoman produksi nan sudah ada, PHR juga mulai memasuki upaya Migas Non-Konvensional (MNK) nan diproyeksikan menjadi penggerak produksi masa depan.
"Bisnis-bisnis baru, bidang-bidang baru nan sangat kita andalkan saat ini MNK pun Rokan berani untuk menjadi pionir. Kita sudah lakukan pengeboran eksplorasi di 2023-2024 dan di 2025 kita kajian semua info dan saat ini insya Allah kita sedang persiapan pengeboran juga sumur appraisal," paparnya.
Sejauh ini, PHR telah melakukan pengeboran MNK pada dua sumur pertama, ialah Gulamo dan Kelok, dengan temuan sumber daya nan diklaim sebagai salah satu nan terbesar dalam 10 tahun terakhir. Temuan itu diharapkan dapat segera divalidasi volumenya agar bisa memberikan kontribusi nyata pada produksi migas nasional.
"Alhamdulillah temuan 2C-nya, sumber dayanya cukup besar dan dalam 10 tahun terakhir itu termasuk nan paling besar di lapangan-lapangan minyak sebesar nyaris 740 juta barrel oil equivalent. Mudah-mudahan MNK lapangan di Rokan ini bisa berkontribusi sampai kelak peak-nya di 40 sampai 50 ribu barrel oil per day buat negara," paparnya.
Adapun dia mengatakan, pengeboran sumur appraisal perdana ditargetkan dapat terlaksana pada Desember 2026 mendatang. "Kalau sekarang kita tetap banyak menggunakan teknologi dari luar mudah-mudahan dengan terbentuknya ekosistem semua nan tadinya dari luar bisa di-develop dan dikembangkan di Indonesia," tandasnya.
Hingga saat ini, PHR berkontribusi hingga 25% terhadap produksi minyak nasional dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai lebih dari 65%
(pgr/pgr)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·