Produsen Otomotif Didorong Percepat Transisi Truk Listrik Demi Kurangi Emisi

1 jam yang lalu 3
Produsen Otomotif Didorong Percepat Transisi Truk Listrik Demi Kurangi Emisi Ilustrasi(Dok Istimewa)

DI tengah percepatan mengambil Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nan terus didorong pemerintah, perhatian terhadap elektrifikasi kendaraan niaga berat dinilai tetap minim. Padahal, berasas kajian terbaru Institute for Essential Services Reform (IESR), truk nan hanya mencakup sekitar 4 persen dari total populasi kendaraan alias lebih dari enam juta unit di Indonesia menyumbang sekitar 30 persen emisi sektor transportasi.

Berangkat dari kondisi tersebut, kampanye "Janji Jangan Ngebul" diperkenalkan dalam rangkaian Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2026. Kampanye ini bermaksud mendorong produsen otomotif agar lebih aktif mempercepat transisi menuju armada truk listrik nasional sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi sektor transportasi.

Campaign Lead "Janji Jangan Ngebul", Rafaela Xaviera menilai bahwa komitmen industri otomotif terhadap pengembangan kendaraan listrik selama ini tetap terkonsentrasi pada kendaraan penumpang.

"Walau produsen otomotif telah menunjukkan komitmen support kepada ekosistem kendaraan listrik nan semakin baik, namun fokusnya tetap sangat dominan di kendaraan penumpang," kata Rafaela dalam obrolan di Jakarta, Sabtu (1/8).

Menurut Rafaela, perhatian terhadap kendaraan niaga perlu ditingkatkan mengingat kontribusi emisinya nan besar.

"Kami mau memastikan segmen truk, nan juga memberikan akibat lingkungan nyata berasas kajian nan sudah ada, juga mendapatkan perhatian nan setara. Kami mau mendorong kesadaran bahwa produsen mempunyai kapabilitas teknis dan kapital untuk mempercepat transisi ini," jelasnya.

Secara teknologi, penerapan truk listrik sebenarnya telah terbukti di beragam negara, termasuk Tiongkok dan sejumlah negara di Eropa. Namun di Indonesia, pengembangannya tetap menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan pasokan kendaraan, kesiapan prasarana pengisian daya, hingga penguatan rantai pasok komponen dalam negeri.

Karena itu, keterlibatan produsen otomotif melalui investasi awal dinilai menjadi aspek krusial untuk menciptakan skala ekonomi sekaligus mempercepat terbentuknya ekosistem logistik bebas emisi.

Project Lead Just EV dari Enter Nusantara, Balqist Aroma Bunga mengatakan bahwa elektrifikasi armada logistik bukan hanya berangkaian dengan pengurangan emisi, tetapi juga mempunyai akibat strategis terhadap ketahanan daya nasional.

"Ketergantungan pada BBM impor membikin perekonomian dan rantai pasok kita sangat rentan, padahal truk adalah tulang punggung logistik nasional," ujar Balqist.

Ia menambahkan bahwa transisi menuju truk listrik juga membuka kesempatan upaya baru bagi industri otomotif.

"Transformasi ke truk listrik bukan sekadar rumor lingkungan, melainkan strategi ketahanan energi. Produsen otomotif nan jeli memandang dinamika pasar semestinya menangkap ini sebagai kesempatan upaya masa depan, bukan sekadar halangan regulasi," tegasnya.

Sementara itu, Climate Program Manager Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Kiara Putri Mulia menilai bahwa pembahasan mengenai kendaraan listrik di Indonesia kudu diperluas agar tidak hanya berfokus pada kendaraan penumpang.

"Melalui arena Indonesia Net Zero Summit 2026, kami juga mau memastikan bahwa percakapan tentang transisi EV di Indonesia tidak berakhir di ranah kendaraan penumpang. Mengangkat rumor truk listrik di forum ini sangat krusial agar para kreator kebijakan dan produsen otomotif sadar bahwa dekarbonisasi sektor transportasi tidak bisa tuntas tanpa elektrifikasi armada logistik," ungkap Kiara.

Sebagai langkah awal, kampanye "Janji Jangan Ngebul" bakal meluncurkan situs resminya nan menyediakan info dan info mengenai logistik hijau secara terbuka. Selain itu, kampanye ini juga bakal diperluas melalui media sosial dengan melibatkan para influencer dan figur publik nan mempunyai kepedulian terhadap rumor lingkungan, sehingga mendorong meningkatnya pemahaman serta support masyarakat terhadap pengembangan truk listrik di Indonesia. (H-2)

Selengkapnya