Program Prakarsa Bagja Juara mengembangkan pemberdayaan masyarakat.(Dok.Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat)
PROGRAM Prakarsa Bagja Juara nan mengembangkan pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi sirkular, pengelolaan sampah, dan pertanian berkelanjutan. Program nan diinisiasi oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Cikampek, dikunjungi Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa, pada pekan lampau bertempat di Yayasan Hidayatul Burhan, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang Jawa Barat (Jabar).
Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, Jaenal Apip, menerangkan pesantren mengembangkan tiga pilar Santri Tangguh, ialah Al-Qur'an, literasi digital, dan life skill farming. Kolaborasi berbareng Pertamina Patra Niaga sejak 2024 turut memperkuat pengembangan pendidikan berbasis lingkungan dan kemandirian di lingkungan pesantren.
"Alhamdulillah, melalui support Pertamina Patra Niaga kami dapat mengembangkan Eco-Agro Santri. Program ini tidak hanya membekali santri dengan pendidikan agama, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, pertanian, dan kemandirian sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh pesantren maupun masyarakat sekitar," tuturnya.
Menurut Jaenal, beragam inisiatif nan dikembangkan melalui Eco-Agro Santri telah memberikan faedah nyata. Agro Santri sekarang bisa menghasilkan sekitar 250 kilogram sayuran untuk memenuhi kebutuhan konsumsi santri. Selain itu, melalui Program Desa Energi Berdikari, pesantren memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung aktivitas keagamaan dan pertanian, serta mengolah limbah organik dapur menjadi biogas sebagai daya pengganti untuk memasak di kantin pesantren.
"Inisiatif tersebut menunjukkan gimana pesantren dapat menjadi pusat pendidikan nan sekaligus mendorong ketahanan pangan, transisi energi, dan ekonomi sirkular," jelasnya
Sementara itu, penggerak lokal Program Prakarsa Bagja Juara, Endang Sutisna, menilai program ini telah mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekaligus membuka kesempatan peningkatan kesejahteraan melalui beragam aktivitas produktif.
"Kami berterima kasih atas support Pertamina Patra Niaga melalui Program Prakarsa Bagja Juara. Program ini mendorong masyarakat untuk lebih berdikari melalui pengelolaan lingkungan, pertanian, dan pemanfaatan daya terbarukan. Kami berambisi kerjasama ini terus bersambung dan memberi faedah nan lebih luas," ungkapnya.
Implementasi Bank Jerami melalui Skema Tukar Jerami nan dikembangkan dalam Program Prakarsa Bagja Juara juga memperoleh pengakuan nasional melalui Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), sebagai Program Pemberdayaan Petani Pertama Melalui Tukar Jerami dengan Air. Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa penemuan ini mempunyai akibat nyata sekaligus menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular.
Sementara itu Staf Khusus Wakil Presiden, Tina Talisa mengapresiasi penemuan Skema Tukar Jerami nan dikembangkan melalui Program Prakarsa Bagja Juara sebagai salah satu contoh pemberdayaan masyarakat nan mengintegrasikan pengelolaan limbah pertanian, pelestarian lingkungan, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
"Melalui program ini, jerami nan sebelumnya dianggap sebagai limbah sekarang mempunyai nilai ekonomi dan faedah sosial. Sesuai dengan jumlah jerami nan dikumpulkan, masyarakat dapat menukarkannya dengan pupuk, air hasil pengolahan reverse osmosis, alias memanfaatkannya untuk membantu biaya pemasangan sambungan baru Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat sekaligus menghadirkan faedah bagi lingkungan dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," paparnya.
Sebelum Program Prakarsa Bagja Juara berjalan, jerami pascapanen di Desa Pasirtanjung umumnya dibakar lantaran tidak mempunyai nilai ekonomi. Praktik pembakaran terbuka tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran udara, meningkatkan emisi, mengganggu kesehatan masyarakat, dan mengurangi pengembalian bahan organik ke tanah. Melalui program ini, rata-rata 2–3 ton jerami per musim panen nan sebelumnya menjadi limbah sekarang mulai dikelola secara produktif. Upaya tersebut menjadi langkah awal dalam mengurangi praktik pembakaran terbuka sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat Desa Pasirtanjung.
Selama kunjungan, rombongan meninjau beragam penemuan Program Prakarsa Bagja Juara, mulai dari pengelolaan sampah melalui Bank Sampah WISE dan Bank Sampah Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, penerapan Bank Jerami dengan Skema Tukar Jerami sebagai penemuan ekonomi sirkular nan mendukung pembayaran iuran air bersih Pamsimas dan penyediaan air RO layak minum, hingga area Eco-Agro Santri nan mengintegrasikan pertanian ramah lingkungan. Rombongan juga memandang pemanfaatan daya baru terbarukan melalui PLTS dan instalasi biogas, pengolahan limbah menjadi pupuk organik dan media tanam, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui koperasi dan UMKM Dapur Teteh.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Vice President Community Involvement and Development PT Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari, Manager Community Involvement and Development Siti Rachmi Indahsari, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB Reno Fri Daryanto, Sekretaris Desa Pasirtanjung Ratim, jejeran Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, para penggerak lokal, serta beragam golongan masyarakat bimbingan Program Prakarsa Bagja Juara, di antaranya GEMKA, Bank Sampah WISE, Gabungan Kelompok Tani, PAMSIMAS, Agro Santri, dan UMKM Dapur Teteh.
Melalui Program Prakarsa Bagja Juara, PT Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) nan mendorong pelestarian lingkungan, memperkuat ketahanan ekonomi dan pendidikan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kerjasama multipihak.
Kehadiran Program Prakarsa Bagja Juara juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi nan Bertanggung Jawab), serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim).(E-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·