Protes ke Menteri Pendidikan, Aktivis Mogok Makan 20 Hari-Dibawa ke RS

3 hari yang lalu 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Polisi Delhi memindahkan aktivis Sonam Wangchuk secara paksa ke rumah sakit pada hari Sabtu lantaran argumen kesehatan, setelah dia melakukan mogok makan selama 20 hari untuk memprotes sistem ujian di India.

Wangchuk (59 tahun) telah menahan diri dari makan sejak tanggal 28 Juni, dengan tuntutan agar Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mundur dari jabatannya mengenai dugaan ketidakberesan dalam penyelenggaraan ujian masuk pendidikan kedokteran.

Beberapa ratus mahasiswa telah berkumpul di sekitar letak protes Wangchuk di Jantar Mantar, New Delhi, dalam beberapa pekan terakhir. Dukungan juga datang dari aktivitas daring Cockroach Janta Party.

"Atas perintah pengadilan tinggi dan saran medis mahir lantaran kondisi kesehatan Sonam Wangchuk nan memburuk, dia telah dipindahkan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis nan diperlukan," demikian pernyataan Wakil Komisioner Polisi Delhi, mengutip The Guardian, Minggu (19/7/2026).

"Saat melaksanakan perintah tersebut, para pengunjuk rasa berupaya menghalangi, nan memicu sedikit kekacauan," tambahnya.

"Kami meminta para pengunjuk rasa di Jantar Mantar untuk segera mengosongkan letak secara damai,"

Sebuah rekaman video dari letak menunjukkan kebingungan di kalangan pendukung Wangchuk pada pagi hari, saat petugas polisi dengan perlengkapan medis bergegas membawanya menjauh dari panggung protes.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi Delhi telah memerintahkan master pemerintah pada hari Kamis untuk memantau kondisi kesehatan aktivis tersebut setiap hari.

"Nyawa setiap penduduk negara sangat berharga," ujar pengadilan setelah menerima gugatan dari pengacara aktivis Rakesh Kumar Saini, nan memperingatkan bahwa nyawa Wangchuk terancam jika dia tidak segera menghentikan mogok makannya.

"Segala tindakan medis nan diperlukan untuk menyelamatkan nyawa Sonam Wangchuk kudu segera dilakukan," tegas perintah pengadilan tersebut.

Wangchuk adalah seorang insinyur nan dikenal luas berkah inovasinya dalam proyek konservasi air di wilayah Pegunungan Himalaya.

Beberapa jam sebelum dipindahkan oleh polisi, Wangchuk menyampaikan: "Gerakan nan jauh lebih mini saja pernah menjatuhkan banyak pemerintahan di India... sedangkan aktivitas ini menyangkut sektor pendidikan."

Bulan lalu, sekitar 2,2 juta calon mahasiswa kedokteran telah mengikuti ujian susulan dengan pengamanan nan sangat ketat. Ujian sebelumnya dibatalkan lantaran terjadi kebocoran naskah soal nan memicu kemarahan luas.

Kegagalan dalam penyelenggaraan ujian nan sangat ketat tersebut, serta kesalahan penilaian pada ujian tingkat sekolah menengah, telah memicu gelombang protes besar dari kalangan pemuda. Berbagai personil partai oposisi juga telah menyuarakan support mereka terhadap Wangchuk dan para aktivis mahasiswa.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya