Psikolog Sebut Messi Makin Berbahaya usai Juara Piala Dunia 2022

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNN Indonesia --

Pakar ilmu jiwa olahraga Arnau Torello menilai kapten timnas Argentina, Lionel Messi kini berada dalam kondisi mental terbaik nan membuatnya menjadi jauh lebih imajinatif dan makin rawan di atas lapangan hijau.

Torello menyebut keberhasilan merengkuh trofi Piala Dunia 2022 telah melepaskan beban emosional nan selama ini menggelayuti La Pulga. Dampaknya, performa natural Messi sekarang kembali keluar secara maksimal tanpa dihantui tekanan publik.

Argentina sendiri baru saja memastikan lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2026 usai menang dramatis atas Mesir, Selasa (7/7). Selanjutnya, tim didikan Lionel Scaloni bakal menantang Swiss pada babak 8 besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika kebutuhan untuk membuktikan diri itu hilang, maka sebagian 'mental noise' (gangguan mental) di kepala juga ikut lenyap,"

"Saat gangguan itu berkurang, nan muncul adalah konsentrasi, kreativitas, fluiditas, keputusan nan lebih baik, dan minimnya rasa takut membikin kesalahan," kata Torello dikutip dari Sport Es.

Torello menggarisbawahi bahwa selama bertahun-tahun, setiap pertandingan dilakoni Messi terasa seperti sebuah ujian kepantasan publik. 

Namun setelah utang sejarahnya lunas di Qatar, otak peraih 8 kali Ballon d'Or itu tidak lagi membuang daya untuk melindungi diri dari kritik. Messi hanya konsentrasi sepenuhnya untuk menikmati permainan.

Messi mengamini perihal itu. Baru-baru ini, penggawa Inter Miami mengakui bahwa fase kariernya saat ini merupakan sebuah 'bonus'. Istilah bingkisan punya makna Messi dapat menikmati permainan tanpa adanya beban kewajiban.

"Seorang atlet biasa bakal meningkat pesat ketika mereka sukses membebaskan pikirannya. Bayangkan jika nan sukses bebas itu adalah seorang Messi," ujar Torello.

Banner Gempita Bola 2026

Meski kecepatan fisiknya berkurang seiring usia, Torello menilai visi bertanding dan keahlian teknis Messi justru berlipat dobel lantaran didukung kondisi psikologis nan cair.

Hal ini dinilai bakal menjadi sirine ancaman bagi Swiss nan dikenal sebagai tim mengandalkan bentuk dan organisasi permainan rapi. Laga Argentina vs Swiss sendiri bakal bergulir pada Sabtu (11/7) alias Minggu (12/7) pagi waktu Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

(afr/dal)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya