Bupati Majalengka, Eman Suherman, berbincang dengan petani saat meninjau sawah nan terdampak kekeringan.(MI/NURUL HIDAYAH)
PULUHAN hektare tanaman padi di Kabupaten Majalengka dipastikan mengalami puso alias gagal panen.
Kepastian tersebut disampaikan Bupati Majalengka, Eman Suherman, saat meninjau kondisi kekeringan dan dampaknya di areal persawahan di Kecamatan Jatitujuh, Rabu (22/7).
“Dari hasil peninjauan, di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, sekitar 72 hektare lahan pertanian dipastikan mengalami kandas panen akibat ketiadaan pasokan air,” tuturnya.
Padahal di wilayah tersebut sempat dilakukan upaya pembuatan sumur bor dan pengetesan geolistrik. Namun hasilnya tetap menunjukkan tidak adanya sumber air tanah di wilayah tersebut.
Mendapati kondisi tersebut Eman mengungkapkan mereka bakal berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan mengevaluasi pola tanam di musim kemarau.
“Misalnya bisa beranjak ke palawija,” tutur Eman
Sekalipun ada nan mengalami kandas panen, sebanyak lima desa di Kecamatan Jatitujuh nan areal tanaman padinya bisa terselamatkan padahal di setiap musim tandus areal pertanian di enam desa tersebut rentan kandas panen. Keenam desa itu adalah Desa Jatitujuh, Jatitengah, Biyawak, Jatiraga, Pilangsari dan Puteri Dalam.
Areal tanaman padi di wilayah itu bisa diselamatkan berkah sodetan air dari Bendung Rentang.
“Biasanya di musim tandus hanya sekitar 500 hektare nan bisa panen. Namun setelah sodetan dari Bendung Rentang dibuka sekitar satu bulan lalu, nyaris 2.000 hektare lahan di lima desa ini airnya tercukupi dan terhindar dari kandas panen," jelas Eman.
ASPIRASI WARGA
Atas keberhasilan tersebut, dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada jejeran BBWS Cimanuk Cisangarung nan telah merealisasikan pembuatan sodetan demi kemaslahatan petani di Majalengka.
Sementara di Kecamatan Kertajati, lanjut Eman, tanaman padi mengalami kekeringan nan cukup parah lantaran tidak mempunyai sumber mata air maupun saluran irigasi. Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah wilayah mengkaji aspirasi penduduk untuk memperbesar kapabilitas embung penampung air hujan.
Untuk wilayah-wilayah nan tetap rawan kekeringan, Pemerintah Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk menyiapkan langkah taktis dan strategis, mulai dari normalisasi alias pembesaran embung hingga penyesuaian izin pola tanam dan komoditas pertanian nan irit air.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Eman Suherman didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Gatot Sulaeman, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agus Tamim, Camat serta jejeran Muspika Jatitujuh, serta perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisangarun.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·