Puncak Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Bali(MI/Arnoldus Dhae)
PUNCAK peringatan Hari Mangrove Dunia digelar di Bali, Minggu (26/7/2026). Sekitar 1000 orang merayakan hari Mangrove Dunia di Wantilan G20 Pura Tanah Kilap, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa mangrove mempunyai nilai strategis, tidak hanya sebagai pelindung ekosistem pesisir, tetapi juga sebagai sumber penghidupan masyarakat.
"Mangrove merupakan sumber pendapatan nelayan dan masyarakat pesisir serta menjadi penopang utama sumber daya kelautan. Indonesia mempunyai sekitar 23 persen mangrove dunia, namun setiap tahun menghadapi laju kerusakan sekitar 52 ribu hektare, belum termasuk area nan sudah berada dalam kondisi kritis," ujarnya.
Hadir dalam seremoni tersebut antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Rohmat Marzuki, Gubernur Bali Wayan Koster, pejabat nan mewakili Polda Bali, Kodam IX Udayana, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Arya Wibawa, pelajar dan mahasiswa dari SD hingga perguruan tinggi, golongan alias organisasi lokal nan peduli terhadap lingkungan hidup, dan beragam komponen masyarakat lainnya.
Trenggono menambahkan keberhasilan memulihkan ekosistem mangrove bakal memberikan akibat luas terhadap kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
"KKP berkomitmen menjaga dan memperbaiki ekosistem mangrove. Pesisir nan sehat bakal melahirkan masyarakat nan sejahtera," katanya.
Sementara itu Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengapresiasi kerjasama lintas kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove Indonesia. Menurutnya, Indonesia mempunyai sekitar 3,45 juta hektare rimba mangrove nan menjadi amanah besar untuk dikelola secara berkelanjutan.
"Mangrove merupakan tembok alami dari abrasi, penyaring polutan, penghasil oksigen, sekaligus sumber pendapatan masyarakat pesisir. Indonesia mempunyai peran strategis dalam menjaga ekosistem ini dan komitmen berbareng menjadi kunci keberhasilannya," ujarnya.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat turut menegaskan bahwa pelestarian mangrove merupakan bagian krusial dari upaya menjaga keberlangsungan kehidupan manusia dan lingkungan. "Melestarikan lingkungan hidup berfaedah juga melestarikan manusia beserta kebudayaannya. Semua kementerian mengenai mempunyai komitmen nan sama untuk memperbaiki dan menjaga ekosistem mangrove. Hari ini kita tidak hanya merayakan, tetapi membuktikannya melalui tindakan nyata penanaman pohon berbareng ribuan peserta," katanya.
Ia juga menyoroti keahlian mangrove dalam menyerap karbon nan jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman daratan. "Mangrove bisa menyerap karbon empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan pohon biasa. Menanam satu hektare mangrove setara dengan faedah penyerapan karbon sekitar empat hektare tanaman darat," jelasnya.
Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Bali diwujudkan melalui tindakan nyata penanaman ribuan bibit mangrove di sejumlah lokasi. Di area Batu Lumbang, sebanyak 15.000 bibit mangrove ditanam dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, organisasi pecinta lingkungan, kementerian, pemerintah daerah, dan beragam lembaga.
Secara simbolis, Gubernur Koster berbareng Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kelautan dan Perikanan, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Arya Wibawa, serta jejeran pemerintah pusat turut menanam mangrove di area Batu Lumbang nan juga menjadi pusat pembibitan mangrove.
Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk memperluas area mangrove melalui aktivitas penanaman rutin setiap bulan dengan melibatkan pelajar, bumi usaha, komunitas, dan beragam komponen masyarakat. Ia menyampaikan aktivitas penanaman mangrove sejalan dengan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya dalam upaya meningkatkan area dan tutupan rimba sebagai bagian dari menjaga keseimbangan alam Bali.
"Gerakan ini sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali untuk meningkatkan area rimba dan tutupan hutan. Salah satu upayanya adalah ekspansi area mangrove. Saat ini di Bali terdapat lebih dari 3.000 hektare mangrove nan tersebar di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Jembrana, Klungkung, dan Buleleng," ujar Koster.
Menurut Koster, upaya pelestarian mangrove tidak berakhir pada momentum peringatan Hari Mangrove Sedunia, tetapi bakal dikembangkan menjadi aktivitas berkepanjangan nan dilaksanakan secara rutin setiap bulan. (H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·