Purbaya Dapat Kritik dari Ekonom Harvard, RI Dibilang Minim Inovasi

48 menit yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan dirinya sempat mendapatkan kritik dari ahli ekonomi Harvard. Hal ini diungkapkannya dalam sambutan di GIIAS 2026, BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2026). Menurut ahli ekonomi Harvard, Indonesia tertinggal dalam pembuatan alias penemuan.

Menurutnya, perihal ini lantaran banyak industri nan tidak mengetahui bahwa pemerintah selalu mendukung pembuatan teknologi. Bahkan, pemerintah memberikan insentif pajak bagi riset dan pengembangan di dalam industri.

"Kemarin saya dikritik oleh seorang ahli ekonomi dari Harvard katanya di Indonesia 'invention is very lacking'. Sekarang ada nggak insentif dari pemerintah jika Anda melakukan riset?" ungkap Purbaya.

Pemerintah sebenarnya memberikan insentif pengurangan penghasilan bruto hingga 300% dari total biaya riil nan dikeluarkan untuk aktivitas riset tertentu di Indonesia. Hal ini sudah diatur dalam PP No. 45 Tahun 2019.

Purbaya pun mencontohkan produsen kendaraan nan mengembangkan mobil hidrogen di Indonesia dapat menerima support pemerintah. Hal ini, kata Purbaya, juga merupakan bagian dari support industri bagi perekonomian Indonesia.

"Are you developing any hydrogen cars in Indonesia? Bio? Oke, that's government police. Please support on that, ya, please support us on that ya," ujar Purbaya kepada produsen kendaraan di aktivitas GIIAS.

Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi nasional nan terjaga, maka industri otomotif di Tanah Air juga bakal terus maju.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya