Purbaya Soal Tambahan Anggaran IKN: Saya Ikut Petunjuk Presiden

5 hari yang lalu 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya bakal mengikuti pengarahan dari Presiden Prabowo Subianto mengenai penganggaran proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Hal ini ditegaskanPurbaya mengenai dengan permintaan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN)BasukiHadimuljono soal tambahan anggaran Rp 2,7 triliun untuk melanjutkan pembangunan tahap (batch) 3 IKN.

"Yang jelas saya bakal ikutin petunjuk Pak Presiden tentang anggaran untuk IKN," kata Purbaya usai makan siang berbareng Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (17/7/2026).

Kendati demikian, Purbaya mengaku belum mengetahui adanya pengajuan tambahan anggaran dari sang bos otorita itu. Purbaya menegaskan bakal mengecek surat permintaan nan diklaim Basuki telah diajukan sejak 18 Juni 2026 itu.

"Suratnya belum sampai ke saya, jadi saya belum tahu. Mungkin belum sampai ke saya. Saya bakal pelajari ini seperti apa, belum sampai ke saya," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp2,7 triliun kepada Kementerian Keuangan untuk melanjutkan pembangunan tahap (batch) 3 IKN. Tambahan biaya itu juga bakal digunakan untuk pengelolaan aset nan telah terbangun serta pembelian lahan.

"Untuk mewujudkan pembangunan batch 3 dan kebutuhan pengelolaan aset terbangun serta pembelian tanah, kami telah mengusulkan kepada Menteri Keuangan kebutuhan tambahan anggaran tahun 2026, pada tanggal 18 Juni 2026 nan bakal digunakan untuk kebutuhan anggaran batch 3, dengan skema tahun plural 2026-2028 sebesar Rp2,7 triliun," kata Basuki dalam rapat kerja berbareng Komisi II DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (16/7).

Untuk tahun anggaran 2026, Otorita IKN memperoleh pagu anggaran sebesar Rp5,47 triliun. Dana tersebut terdiri dari shopping pegawai sebesar Rp423 miliar, shopping peralatan Rp732,5 miliar, dan shopping modal Rp4,3 triliun.

Basuki mengatakan, hingga 30 Juni 2026 realisasi anggaran secara akrual telah mencapai 80,2 persen. Angka tersebut telah memperhitungkan seluruh pengadaan nan dilakukan secara kontraktual.

Sementara itu, realisasi berasas Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) nan diterbitkan Kementerian Keuangan mencapai Rp1,23 triliun alias sekitar 26,2 persen dari pagu anggaran.

Basuki juga memaparkan capaian pembangunan IKN sepanjang 2025. Dari total DIPA awal sebesar Rp10,19 triliun, anggaran nan dapat digunakan setelah penyesuaian kebijakan pemblokiran pemerintah pusat mencapai Rp9,04 triliun.

Dari jumlah tersebut, realisasi anggaran mencapai Rp8,51 triliun alias 94,13 persen. Belanja didominasi shopping modal sebesar Rp7,66 triliun nan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan beragam proyek di area IKN.

Menurut Basuki, pembangunan batch 1 nan mencakup jalan-jalan utama telah rampung seluruhnya. Sementara itu, pembangunan batch 2 dengan skema tahun plural 2025-2027 sekarang difokuskan pada pembangunan ekosistem gedung serta area perkantoran lembaga legislatif dan yudikatif.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya