ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Ferdi Tanoni di Gedung Juanda, Jakarta, pada Kamis (9/7/2026).
Keduanya membahas perkembangan kondisi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) nan terdampak tumpahan minyak Montara di NTT pada 2009 nan lalu.
"Saya dan Pak Ferdi (Tanoni) pernah bersama-sama tergabung dalam Satgas Montara sekitar tahun 2018. Dalam pertemuan ini, kami berbincang mengenai perkembangan kondisi masyarakat NTT, khususnya mereka nan terdampak kerugian lingkungan dan kerugian ekonomi akibat tumpahan minyak Montara di Laut Timor pada tahun 2009," jelas Purbaya, dikutip dari rilis pada Jumat (10/9/2026).
Selain persoalan pencemaran lingkungan, dalam pertemuan tersebut, keduanya juga membahas mengenai kerugian ekonomi nan dirasakan oleh nelayan, petani rumput laut, hingga pelaku upaya mini di wilayah pesisir NTT.
Dampak tumpahan minyak Montara di Laut Timor nan terjadi pada tahun 2009 tetap dirasakan oleh masyarakat NTT. Akibat peristiwa tersebut, hasil tangkapan nelayan menurun, aktivitas budidaya terganggu, hingga sebagian masyarakat mengalami penurunan pendapatan.
Oleh lantaran itu, Menkeu menegaskan pentingnya memandang persoalan lingkungan tidak hanya sebagai rumor ekologis, melainkan juga sebagai persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami juga membahas beragam perihal mengenai upaya penyelesaian penyaluran kewenangan tukar rugi bagi masyarakat terdampak. Aspirasi masyarakat perlu terus dikawal agar proses penyelesaiannya melangkah dengan baik sesuai ketentuan nan berlaku," ungkapnya.
Selanjutnya, sebagai tindak lanjut pertemuan ini, Menkeu berencana mengunjungi NTT dalam waktu dekat. Melalui kunjungan tersebut, Menkeu bermaksud untuk memandang secara langsung kondisi di lapangan, sekaligus mendengarkan masukan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan.
"Semoga ikhtiar berbareng ini dapat memberikan kepastian, keadilan, dan faedah bagi masyarakat nan terdampak," pungkas Purbaya.
(ras/mij)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·