Putin Klaim Serangan Ukraina tak Ubah Situasi di Medan Perang

1 jam yang lalu 2
Putin Klaim Serangan Ukraina tak Ubah Situasi di Medan Perang Presiden Rusia Vladimir Putin.(Anadolu)

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan Ukraina dan negara-negara Barat nan mendukung Kyiv tidak mendapatkan untung dalam menghadapi Rusia. Ia apalagi menegaskan bahwa Ukraina dan para pendukungnya tidak bakal pernah bisa mengalahkan Moskow.

Dalam wawancara dengan Vesti pada Sabtu (22/8), Putin mengatakan Kyiv telah membuka kotak Pandora setelah melancarkan serangan terhadap sasaran sipil Rusia. Menurut dia, serangan tersebut kemudian dibalas oleh Moskow.

Putin menyebut upaya Kyiv dan para pemimpin Barat untuk mengalahkan Rusia dalam waktu 40 hari sebagai petualangan lain. Ia menuding Ukraina dan negara-negara Barat telah lama menginginkan kehancuran Rusia dan berulang kali menyampaikan kemauan tersebut.

Menurut Putin, serangkaian serangan Ukraina memang menimbulkan kerusakan ekonomi dan korban jiwa di Rusia. Namun, dia mengeklaim serangan tersebut tidak mengubah kondisi di medan perang.

Rusia Tingkatkan Serangan

Putin mengatakan Rusia telah meningkatkan serangan terhadap perusahaan-perusahaan industri pertahanan Ukraina, termasuk sejumlah sasaran di Kyiv. Menurut dia, langkah tersebut merupakan respons atas serangan Ukraina terhadap akomodasi logistik Rusia.

"Kami telah mulai menanggapi tindakan musuh terhadap akomodasi industri sipil dan logistik kami," katanya dilansir Anadolu, Minggu (23/8). "Rezim Kyiv telah menetapkan tujuan untuk merusak ekonomi kami. Apa nan telah dilakukannya? Mereka sendiri nan membuka kotak Pandora ini," sebutnya

Putin mengeklaim respons militer Rusia terhadap serangan terhadap akomodasi logistiknya lebih tepat sasaran sekaligus menimbulkan kerusakan lebih besar.

Ia juga menilai kondisi perekonomian Ukraina semakin memburuk, termasuk sektor pertanian nan menurutnya sedang sekarat. Putin turut menuduh Kyiv berupaya mengganggu proses pemilihan umum di Rusia melalui serangkaian serangan.

Ia mengatakan pemerintah Rusia bakal memperkuat lembaga negara dan mengambil langkah untuk menjaga legitimasi pemerintahan. "Saya percaya bahwa upaya pengaruh info dan psikologis terhadap masyarakat Rusia ini juga bakal gagal," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Rusia dan Ukraina tetap terlibat dalam bentrok berkepanjangan, sementara serangan lintas wilayah terus terjadi.

Rusia Tetap Buka Peluang Dialog

Terkait kemungkinan perundingan, Putin menegaskan Rusia tetap terbuka untuk berbincang dengan Ukraina. Namun, dia menekankan bahwa pembicaraan kudu mempertimbangkan kondisi nan terjadi di medan perang.

Putin mengatakan Moskow telah menerima sejumlah proposal eksotis mengenai format pembicaraan dengan Ukraina. Namun, menurut dia, Rusia menilai proposal tersebut tidak dapat diterima.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Moskow tetap mengaitkan kemungkinan negosiasi dengan perkembangan situasi militer di lapangan. Putin juga menanggapi kekhawatiran bahwa serangan Rusia terhadap pelabuhan dan prasarana pertanian Ukraina dapat memperburuk pasokan pangan dunia.

Ia menolak dugaan tersebut. Putin mengatakan Rusia mempunyai kapabilitas ekspor nan cukup untuk mencegah terjadinya kekurangan pasokan di pasar global. Menurutnya, keahlian ekspor Rusia dapat membantu menjaga kesiapan komoditas pangan di pasar internasional meskipun serangan terhadap prasarana Ukraina terus berlangsung. (Fer/P-3)

Selengkapnya