Raih Doktor di Unair, Pangi Chaniago Tawarkan Model Baru Jelaskan Split Ticket Voting di Indonesia

1 hari yang lalu 2

loading...

Pangi Syarwi Chaniago meraih gelar ahli pada Program Doktor Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Foto: Istimewa

JAKARTA - Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago meraih gelar ahli pada Program Doktor Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya setelah mempertahankan disertasi tentang faktor-faktor nan mempengaruhi split ticket voting pada Pemilu Serentak 2019. Adapun ujian terbuka digelar di Unair Surabaya, Senin (20/7/2026).

Pendiri Voxpol Center Research and Consulting ini Pangi memaparkan disertasi berjudul Suatu Studi tentang Faktor-Faktor nan Memengaruhi Split Ticket Voting pada Pemilu Serentak di Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Timur di bawah pengarahan Promotor Prof. Mohammad Asfar dan Kopromotor Prof. Ramlan Surbakti.

Pangi membeberkan split ticket voting merupakan perilaku pemilih nan memberikan bunyi kepada satu partai politik pada pemilu legislatif, tetapi memilih pasangan calon presiden (capres) nan tidak didukung partai tersebut. Dia berpendapat, kejadian itu menjadi krusial dikaji lantaran Pemilu 2019 merupakan pemilu pertama nan menyelenggarakan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden secara serentak.

Baca juga: Mantan Wakapolri Oegroseno Dipanggil soal Dugaan Korupsi Lahan, Kortastipikor: Masih Penyelidikan

"Penelitian ini berangkat dari keterbatasan teori split ticket voting nan banyak dikembangkan dalam konteks Amerika Serikat. Model tersebut belum tentu sesuai dengan Indonesia nan menganut sistem presidensial multipartai dengan koalisi nan cair," ujarnya.

Selengkapnya