Raksasa Minyak Dunia Dihantam Krisis BBM, Negara Setop Ekspor Solar

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Rusia secara resmi memberlakukan larangan total terhadap ekspor solar pada Rabu (8/7/2026) demi menyelamatkan pasar bahan bakar domestiknya nan kian kritis.

Kebijakan darurat ini diambil setelah rentetan serangan pesawat tanpa awak militer Ukraina secara sistematis sukses menghancurkan sejumlah kilang minyak Rusia hingga memicu lonjakan nilai dan kelangkaan parah di beragam daerah.

Mengutip laporan The Guardian, Kamis (9/7/2026), situasi di lapangan sekarang kian mengkhawatirkan lantaran para pengemudi mobil di beragam wilayah Rusia terpaksa menghadapi antrean nan mengular hingga berjam-jam di sejumlah SPBU.

Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, mengakui di hadapan Presiden Vladimir Putin bahwa gejolak pasokan daya ini telah memicu kepanikan dan keresahan massal di tengah masyarakat sipil.

"Situasi bahan bakar saat ini tetap kompleks dan jelas bahwa kondisi di stasiun pengisian bahan bakar memicu kekhawatiran di kalangan publik," ungkap Novak dalam rapat kabinet pemerintah nan ditayangkan oleh televisi negara.

Guna membalas sabotase ekonomi tersebut, militer Moskow langsung meluncurkan serangan rudal balistik dan drone jet berkekuatan penuh nan menewaskan sedikitnya tiga orang di Kyiv, serta membunuh empat orang lainnya di pelabuhan Odesa pada Rabu pagi. Selain itu, kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, juga dihantam rudal nan menghancurkan rumah penduduk serta menewaskan dua orang sebagaimana dikonfirmasi langsung oleh Wali Kota Ihor Terekhov.

Rentetan serangan udara Rusia nan kian sadis sepanjang bulan Juli ini sengaja memanfaatkan krisis kelangkaan rudal pencegat Patriot buatan AS nan dialami oleh militer Ukraina.

Kondisi dilematis ini membikin Presiden Volodymyr Zelenskyy mendesak Donald Trump di KTT NATO Ankara agar memberikan lisensi produksi rudal interseptor berdikari di Ukraina, meski Trump mengakui belum membicarakannya dengan pihak produsen seperti Lockheed Martin dan RTX Corporation.

Merespons keterlibatan barat, pihak Kremlin mengecam keras keputusan NATO nan terus memasok support militer ke Ukraina nan dituding sengaja mempersiapkan konfrontasi bersenjata berskala besar dengan Rusia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menilai langkah tersebut sangat tidak bertanggung jawab dan berpotensi memicu musibah dunia nan merugikan seluruh dunia.

"Sangat disayangkan, lantaran jika para mahir strategi NATO berakhir dan berpikir sejenak, mereka mungkin tidak bakal membikin keputusan tidak bertanggung jawab nan dapat menyebabkan musibah bukan hanya bagi aliansi, tetapi bagi seluruh dunia," kecam Zakharova melalui pernyataan resminya.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya