Raksasa Otomotif "Nangis", Mau Tutup 4 Pabrik-PHK 100.000 Karyawan

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa otomotif Jerman, Volkswagen (VW), mengisyaratkan gelombang pemangkasan tenaga kerja nan jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Perusahaan apalagi tengah menghitung kemungkinan menghapus sekitar 100.000 posisi kerja secara dunia demi memperkuat di tengah persaingan industri otomotif nan semakin ketat.

Hal tersebut terungkap setelah Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen Oliver Blume menyampaikan memo internal kepada para karyawan. Untuk pertama kalinya, memo tersebut secara efektif mengonfirmasi bahwa VW sedang mempertimbangkan pengurangan hingga 100.000 tenaga kerja di seluruh dunia.

Blume saat ini tengah berupaya melakukan efisiensi besar-besaran di produsen mobil terbesar Eropa tersebut. VW menghadapi tekanan berat akibat anjloknya untung perusahaan, beban tarif impor nan mencapai miliaran euro, persaingan sengit di pasar China, serta tuntutan agar jaringan pabriknya di Jerman menjadi jauh lebih efisien.

Dalam memo nan diperoleh Reuters, Blume menjelaskan bahwa setelah sebelumnya menyepakati pengurangan sekitar 50.000 pekerja di seluruh grup, termasuk di anak usahanya Porsche dan Audi, Volkswagen tetap kudu memangkas biaya operasional lebih jauh.

Perusahaan menghitung bahwa biaya operasional VW tetap sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan perusahaan otomotif sekelasnya. Perhitungan tersebut menghasilkan apa nan disebut perusahaan sebagai "pengurangan secara teoretis" terhadap sekitar 50.000 posisi tambahan di seluruh dunia.

"Saat ini kami sedang mengevaluasi di seluruh merek, perusahaan, dan wilayah mengenai berapa banyak penyesuaian nan betul-betul diperlukan dan memungkinkan untuk dilakukan," tulis Blume dalam memo tersebut, dikutip Selasa (14/7/2026).

Jika terealisasi, maka total pemangkasan tenaga kerja Volkswagen dapat mencapai sekitar 100.000 orang.

Empat Pabrik Terancam

Memo tersebut muncul setelah para pekerja mendesak manajemen menjelaskan secara terbuka rencana restrukturisasi perusahaan nan telah dipresentasikan Blume kepada majelis pengawas Volkswagen pada Kamis lalu.

Menurut sumber nan mengetahui pembahasan tersebut, perwakilan pekerja di majelis pengawas menolak proposal restrukturisasi nan diajukan manajemen. Proposal itu disebut mencakup pemutusan hubungan kerja (PHK) serta kemungkinan penutupan empat akomodasi produksi.

Dalam memo itu, Blume mengakui bahwa hingga saat ini perusahaan belum menemukan prospek upaya nan kompetitif bagi empat pabrik VW, ialah Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm, untuk memasuki dasawarsa 2030-an.

"Hingga hari ini, kami tetap belum dapat mengonfirmasi adanya prospek upaya nan kompetitif bagi pabrik Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm pada dasawarsa 2030-an," tulis Blume.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa penutupan pabrik bukanlah pilihan utama. Blume mengatakan dirinya lebih memilih mencari "solusi nan cerdas" dibandingkan menutup akomodasi produksi.

Sebelumnya dia sempat menyebut beberapa alternatif, antara lain mengalihkan sebagian akomodasi ke industri pertahanan alias memproduksi model VW asal China di Eropa untuk memanfaatkan kapabilitas pabrik nan belum optimal.

Restrukturisasi Berlanjut

Sebelumnya, Volkswagen menolak memberikan komentar atas beragam laporan media nan menyebut perusahaan tengah mempertimbangkan PHK hingga 100.000 pekerja. Setelah rapat dengan para pemangku kepentingan pekan lalu, VW juga tidak secara definitif menyebut rencana PHK maupun penutupan pabrik dalam pernyataan resminya.

Sebaliknya, perusahaan hanya mengumumkan rencana untuk kembali mengurangi kapabilitas produksi serta memangkas secara berjenjang jumlah model kendaraan nan diproduksi hingga sekitar separuh dari portofolio saat ini. Namun sejumlah analis menilai langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi persoalan struktural nan tengah dihadapi VW. Dalam pesannya kepada para pekerja, Blume mengakui bahwa proses restrukturisasi tetap bakal berjalan dan belum seluruh rinciannya diputuskan. Ia memastikan pembahasan mengenai masa depan perusahaan tetap bakal terus dilakukan berbareng seluruh pihak terkait.

"Tentu saja dapat dipahami bahwa belum semuanya direncanakan hingga ke rincian terakhir, dan tetap ada sejumlah persoalan nan perlu dibahas serta dievaluasi lebih lanjut," katanya.

"Tentu tetap bakal ada lebih banyak pertemuan di mana kita bakal bekerja keras untuk menemukan solusi terbaik," ujar Blume.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya