Ramai Orang RI Naik Kapal Laut, Pelni Terus Cicil Peremajaan Armada

1 hari yang lalu 5
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pelni mencatat jumlah penumpang dan kargo melampaui sasaran perusahaan. Dari sisi penumpang, kami sudah mengangkut 5.153.846 orang alias 8,45% di atas target. Untuk kargo juga naik signifikan dan dibanding RKAP mencapai 36,99%, sedangkan kontainer mencapai 23.838 TEUs.

Dengan nomor tersebut, sepanjang tahun lampau pertumbuhan pikulan penumpang, kargo, dan peti kemas melampaui sasaran nan telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Perusahaan pun mengungkapkan argumen kenaikan tersebut.

"Mobilitas penumpang dan peralatan di Indonesia itu meningkat cukup besar ya. Jadi kita memandang potensinya semakin membesar juga. Dan kecenderungannya tidak hanya musiman alias seasonal sekarang, nyaris merata," kata Direktur Utama Pelni Budi Setyawan Wijaya kepada CNBC Indonesia usai rapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (24/6/2026).

Kenaikan mobilitas masyarakat dan pengedaran logistik tersebut turut membikin permintaan transportasi laut semakin meningkat. Pelni memandang tren pertumbuhan ini terjadi di beragam wilayah, terutama pada rute-rute nan menghubungkan area timur Indonesia dengan pusat-pusat ekonomi nasional.

Di tengah meningkatnya permintaan layanan, Pelni menilai peningkatan kapabilitas menjadi aspek krusial untuk menjaga operasional. Perusahaan lantaran itu mulai memprioritaskan program peremajaan kapal.

"Nah sehingga penguatan armada menjadi salah satu konsentrasi utama kami, di mana kami bisa mengganti armada nan tua dan juga menambah armada baru, sehingga pelayanan kepada para penumpang moda laut ini bisa diakomodasi. Jadi ya memang murni lantaran memang mobilitas nan semakin tinggi," kata Budi.

Kebutuhan regenerasi armada dinilai semakin mendesak mengingat sebagian kapal nan saat ini beraksi telah berumur lebih dari empat dekade. Meski tetap memenuhi standar kepantasan pelayaran, aspek usia dinilai mulai memengaruhi efisiensi operasi.

"Kapal-kapal kami banyak nan sudah berumur di atas 40 tahun. Secara teknis tetap layak beroperasi, tetapi lantaran aspek umur pasti bakal muncul kendala-kendala operasional sehingga menjadi tidak efisien," kata Budi.

Selain pengadaan armada baru, perusahaan juga menyusun rencana hingga 2029. Pelni menargetkan seluruh armada penumpang dapat memperoleh pembaruan akomodasi secara bertahap. Perusahaan juga terus memperkuat sistem pengawasan dan keamanan di atas kapal melalui penambahan perangkat teknologi.

"Kami berambisi seluruh kapal penumpang dapat terevitalisasi sampai 2029. CCTV juga terus kami tambah, saat ini rata-rata satu kapal mempunyai sekitar 80 CCTV nan dapat dimonitor dari instansi pusat," ujarnya.

Perusahaan optimistis tren pertumbuhan tersebut tetap bakal berlanjut, terutama dengan support program revitalisasi armada dan penguatan jasa nan tengah dijalankan.

"Kami laporkan bahwa pencapaian baik dari sisi operasional maupun finansial Pelni cukup bagus, di atas target. Pada 2025 kami mengoperasikan 84 unit kapal, terdiri dari 32 kapal penumpang dan 52 kapal milik Kementerian Perhubungan nan kami operasikan dalam skema subsidi," ujar Budi.

Rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan PELNI, ASDP dan DAMRI, Rabu (24/6/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan PELNI, ASDP dan DAMRI, Rabu (24/6/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan PELNI, ASDP dan DAMRI, Rabu (24/6/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya