Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pasar Ngebel Ponorogo akibat Kemarau

5 hari yang lalu 9
Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pasar Ngebel Ponorogo akibat Kemarau Kera ekor panjang Pegunungan Wilis.(Dok. KSDAE Kemenhut)

RATUSAN kera ekor panjang (Macaca fascicularis) dari lereng Pegunungan Wilis kembali turun ke permukiman penduduk di area Pasar Ngebel, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Kamis (16/7). Fenomena ini dipicu oleh berkurangnya sumber pakan alami di kediaman original mereka seiring datangnya musim kemarau.

Warga setempat mengungkapkan bahwa kemunculan kawanan primata ini merupakan kejadian tahunan. "Kalau musim tandus mereka sering turun mencari makan. Datangnya bergerombol, jumlahnya bisa lebih dari seratus ekor," ujar Kepri, salah seorang penduduk Desa Wagir Lor.

Kawanan kera tersebut biasanya menyisir area pasar untuk mencari sisa makanan alias mengambil bahan pangan nan diletakkan terbuka di lapak-lapak pedagang. Meski jumlahnya mencapai ratusan, penduduk menyebut satwa liar ini tidak menunjukkan perilaku garang terhadap manusia.

"Biasanya mereka hanya mencari makanan. Kalau dagangan ditutup alias dijaga, mereka juga tidak mengganggu," tambah Kepri.

Senada dengan Kepri, penduduk lainnya berjulukan Kasno menyebut bahwa intensitas kemunculan monyet meningkat nyaris setiap hari selama musim kemarau. Hal ini disebabkan oleh kesiapan pakan di rimba nan semakin menipis. "Hampir setiap hari turun. Selama ini hanya mencari makan dan tidak pernah menyerang pedagang," jelasnya.

Guna mengantisipasi hal-hal nan tidak diinginkan, penduduk mengimbau para pedagang dan visitor pasar untuk lebih tertib dalam menyimpan makanan. Penyimpanan nan tertutup rapat diharapkan tidak memancing kawanan monyet untuk mendekat ke area aktivitas utama masyarakat.

Fenomena turunnya monyet ke permukiman ini telah menjadi bagian dari dinamika kehidupan masyarakat di sekitar Telaga Ngebel, mengingat wilayah tersebut berbatasan langsung dengan area rimba lindung Pegunungan Wilis. (Ant/H-3)

Selengkapnya