Rekayasa Lalin Cakung-Cilincing harus Bersifat Temporer dan Proporsional

1 jam yang lalu 3
Rekayasa Lalin Cakung-Cilincing kudu Bersifat Temporer dan Proporsional Kendaraan terjebak kemacetan di ruas Cakung-Cilincing.(Antara)

Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai rekayasa lampau lintas (lalin) tetap diperlukan sebagai solusi untuk mengurai kemacetan parah nan kerap terjadi di area Cakung-Cilincing. Namun, dia menekankan bahwa penerapannya kudu dilakukan secara jeli dan tidak berkarakter permanen.

Menurut Deddy, rekayasa tersebut kudu berkarakter sementara (temporer) dan disesuaikan dengan kondisi kepadatan di lapangan. Hal ini krusial agar kebijakan tersebut tidak justru mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.

“Rekayasa lampau lintas tetap perlu dilakukan. Misalnya arus kendaraan dibuat satu arah alias aktivitas bongkar muat kontainer hanya diizinkan pada malam hari, misalnya mulai pukul 21.00,” ujar Deddy, Kamis (23/7).

Salah satu opsi nan diusulkan adalah pengaturan arus kendaraan menjadi satu arah pada waktu-waktu tertentu. Selain itu, dia menyoroti pentingnya pengaturan aktivitas bongkar muat serta pergerakan truk kontainer agar tidak dilakukan pada jam-jam sibuk saat volume kendaraan pribadi dan umum sedang tinggi.

Deddy menegaskan bahwa rekayasa lampau lintas kudu diterapkan secara proporsional. Ia mengingatkan bahwa kepentingan satu golongan pengguna jalan, dalam perihal ini pikulan logistik, tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat luas nan menggunakan jalur nan sama.

“Rekayasa lalin tetap diperlukan lantaran tidak boleh merugikan pengguna jalan nan lain. Truk kontainer bukan kendaraan prioritas seperti mobil pemadam kebakaran alias ambulans,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa skema rekayasa ini sebaiknya hanya diaktifkan ketika terjadi eskalasi kepadatan nan tinggi. Dengan demikian, kelancaran arus lampau lintas di area industri dan pelabuhan tersebut dapat terjaga tanpa kudu membebani mobilitas publik secara terus-menerus.

“Rekayasa lampau lintas itu sifatnya hanya temporer ketika terjadi kemacetan tinggi saja,” pungkas Deddy. (E-3)

Selengkapnya