Jakarta, CNBC Indonesia - Hamas telah menunjuk pemimpin baru nan bakal menggantikan Yahya Sinwar. Ia adalah Khalil al-Hayya mantan wakil ketua golongan Palestina itu dan salah satu dari lima personil majelis kepemimpinan Hamas.
Diberitakan Al-Jazeera, Selasa (21/7/2026), al-Hayya memenangkan pemilihan internal dalam putaran kedua melawan mantan pemimpin politik lain, Khaled Meshaal. Perlu diketahui Sinwar sendiri tewas dalam pembunuhan nan dilakukan tentara Israel pada Oktober 2024.
Al-Hayya sendiri menjadi semakin krusial setelah serangkaian pembunuhan terjadi pada para pemimpin Hamas. Bukan hanya Sinwar, Israel juga membunuh komandan militer Hamas Mohammed Deif di Gaza dan Ismail Haniyeh di Iran tahun 2024.
Dilaporkan gimana Al-Hayya menjadi sosok penting, kepala negosiator Hamas, ketika kesepakatan gencatan senjata tercapai dengan Israel pada Oktober 2025. Namun kesepakatan tersebut kandas mengakhiri serangan mematikan Israel nan sering terjadi di Gaza hingga saat ini.
Selama dua tahun terakhir, al-Hayya telah menjadi sasaran setidaknya dua upaya pembunuhan oleh pasukan Israel. Disebutkan Al-Jazeera gimana proses pemilihan al-Hayya sangat rumit dan menyantap waktu berbulan-bulan.
"Israel belum secara resmi bereaksi terhadap pemilihan ini, tetapi digambarkan di Israel bahwa dia adalah 'seseorang nan agresif', seseorang nan lebih dekat dengan Iran daripada pemerintah Arab, apalagi daripada Turki," lapor laman Qatar tersebut.
"Tentu saja, ini mungkin memberikan sedikit gambaran tentang gimana keadaan bakal melangkah ke depan," tambah Al-Jazeera.
Al-Hayya sendiri lahir di Gaza tahun 1960. Ia menjadi bagian Hamas sejak didirikan pada tahun 1987.
Ia terpilih menjadi personil parlemen Otoritas Palestina pada tahun 2006. Ia menjadi sangat krusial di bagian diplomasi, terutama berbasis di Qatar, nan muncul sebagai pusat utama mediasi dengan negara-negara lain, termasuk Israel, Mesir, dan Amerika Serikat (AS).
Beroperasi di luar Gaza memungkinkannya untuk berjalan dan berkoordinasi antar negara tetangga tanpa hambatan blokade Israel di Gaza. Dikabarkan, al-Hayya kehilangan putranya September tahun lalu, saat Israel menyerang kompleks perumahannya di pusat Doha, Qatar.
(sef/sef)
Addsource on Google

22 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·