Retno Marsudi Tekankan Pentingnya Dampak Investasi untuk Perempuan untuk Generasi Selanjutnya

1 jam yang lalu 4
Retno Marsudi Tekankan Pentingnya Dampak Investasi untuk Perempuan untuk Generasi Selanjutnya Retno Marsudi(MI/Elisa)

MANTAN Menteri Luar Negeri nan juga Komisaris Independen BMHS, Retno Marsudi menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan. Menurut Retno, wanita tak hanya berkedudukan krusial bagi keluarga, tetapi juga dalam membentuk kualitas generasi serta memberikan akibat bagi masyarakat dan negara. Hal itu disampaikan dalam Bunda Parenting Convention 2026 nan digelar Sabtu (8/8/2026).

“Perempuan kudu diberdayakan lantaran wanita mempunyai peran nan sangat penting, tidak saja bagi keluarga, tetapi bagi kehidupan masyarakat dan jika ditarik ke akar lagi, bagi negara,” ujar Retno dalam sesi pembahasan Bunda Parenting Convention 2026.

Ia memandang ibu bukan sekadar sosok nan menjalankan aktivitas pengasuhan sehari-hari, tetapi juga berkedudukan dalam menanamkan nilai nan menjadi bekal anak menghadapi kehidupan.

Menurut Retno, kepintaran seorang anak perlu melangkah beriringan dengan kepercayaan diri dan nilai nan ditanamkan sejak family melalui kebiasaan, keteladanan, serta hubungan sehari-hari. Ia mengenang nilai-nilai nan diajarkan ibunya sejak mini sebagai bekal nan menjadi kompas hingga dewasa. 

Nilai tersebut dinilai semakin krusial di tengah perkembangan teknologi nan pesat, sehingga anak tidak hanya memerlukan keahlian teknis, tetapi juga pegangan untuk menentukan nan benar, bertanggung jawab atas keputusan, dan menggunakan teknologi secara bijak.

Retno menilai pemberdayaan wanita sebagai investasi jangka panjang lantaran akses, dukungan, dan kesempatan bagi wanita untuk berkembang dapat memberikan akibat hingga generasi berikutnya. 

“Saya adalah orang nan sangat percaya bahwa investing in women is investing in a better and brighter future. Kalau kita berinvestasi kepada perempuan, insyaallah masa depan anak-anak kita bakal menjadi lebih baik,” katanya.

Tantangan Ibu Bekerja

Retno menyoroti tantangan ibu nan menjalankan peran di dalam dan di luar rumah, terutama keterbatasan waktu berbareng anak. Menurutnya, pengasuhan tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu, tetapi juga kualitas hubungan dengan anak. 

Karena itu, tanggung jawab pengasuhan perlu menjadi kerja sama antara ibu, ayah, keluarga, dan lingkungan agar wanita tetap mempunyai ruang untuk berkembang sekaligus menjalankan peran pengasuhan secara optimal. (H-4)

Selengkapnya