Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengumumkan realisasi investasi pada semester I-2026 sebesar Rp1.010,6 triliun alias tumbuh 7,2% (year on year/yoy). Realisasi ini sudah mencapai 49,5% dari sasaran Rp2.041,3 triliun.
"Realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun alias tumbuh 7,2%," ungkap Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani dalam konvensi pers, Kamis (16/7/2026)
Adapun rinciannya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 502,9 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 507,6 triliun.
Terkait PMA, Rosan mengatakan Hong Kong menjadi penyumbang investasi penanaman modal asing nan terbesar US$5 miliar. Diikuti Singapura US$4,2 miliar, China US$1,7 miliar, Jepang US$ 0,9 miliar, Malaysia US$ 0,7 miliar.
Terkait dengan posisi Hong Kong dan Singapura serta Malaysia ini, Rosan mengira banyaknya aliran investasi dari dua negara tersebut kemungkinan berasal dari penanammodal negara lain, seperti China alias Korea Selatan.
"Kalau kita lihat memang nan dari Hong Kong ini sebetulnya tetap asalnya kebanyakan memang dari China juga," kata Rosan dalam konvensi pers di Istana Negara Jakarta, dikutip Jumat (17/7/2026).
Lebih lanjut, penanammodal Hongkong ini paling banyak berinvestasi dibidang hilirisasi nan berasosiasi dengan mineral. Adapun, pola serupa juga muncul di investasi nan tercatat berasal dari Singapura maupun Malaysia. Menurutnya, banyak investasi dari Malaysia sebenarnya berasal dari Korea Selatan.
"Kita catat dari Malaysia lantaran masuknya dari Malaysia, belum tentu dari Malaysia. Contohnya kita lihat rupanya dari Malaysia investasi masuknya dari Korea," ujar Rosan.
(haa/haa)
Addsource on Google

5 hari yang lalu
9







English (US) ·
Indonesian (ID) ·