RI Punya Potensi 89.000 Ton Uranium Buat 'Nuklir', Ini Penjelasan BRIN

59 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan paparan mengenai dengan penemuan teknologi nuklir di depan Presiden RI Prabowo Subianto. Paparan Itu disampaikan langsung oleh Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN Syaiful Bakhri.

Saat mengunjungi booth mengenai teknologi nuklir, Syaiful langsung memberikan penjelasan kepada Presidenyang didampingi oleh Kepala BRIN Arif Satria dan jejeran Menteri Kabinet Merah Putih.

"Ini teknologi menjadi teknologi energi, perisapan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), kemudian non - daya mengenai pangan dan kesehatan," kata Syaiful dalam paparannya, Kamis (6/8/2026).

Kemudian Syaiful juga menjelaskan bahwa untuk bahan baku untuk PLTN di Indonesia sudah disiapkan. Setidaknya ada potensi 89 ribu ton uranium di Indonesia.

"Untuk PLTN kita sudah siapkan untuk bahan nuklir di Indonesia, kita punya potensi uranium sekitar 89 ribu ton di Indonesia, thorium 143 ribu ton di Indonesia sejauh ini. Dan ini adalah keahlian dari kami memurnikan uranium sampai dengan 60% kemudian mineral ikutan dari radio aktif, ...," katanya

Namun pada kesempatan itu terlihat Syaiful tidak lagi melanjutkan penjelasannya menggunakan microphone, sehingga suaranya tidak terdengar.

Dalam kesempatan itu BRIN juga memamerkan penemuan alternatatif daya untuk Comppressed Natural Gas (CNG) untuk menampung gas hingga tekanan 30 bar. Selain itu juga dipaparkan mengenai biofuel dan bioetanol untuk mendukung impementasi B50, dari komoditas sawit, sorgum, dan aren.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya