Pendukung Manchester United(AFP/Paul ELLIS)
RIBUAN pendukung Manchester United menyatakan kemarahan mereka setelah klub membatasi akses akun tiket terusan (season-ticket) secara massal. Langkah ini diambil manajemen Setan Merah sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi praktik percaloan dan pelanggaran syarat serta ketentuan tiket klub.
Namun, kebijakan ini justru memicu polemik besar. Banyak pendukung setia nan merasa tidak bersalah justru ikut terdampak. Mereka sekarang menghadapi akibat pencabutan tiket terusan secara permanen tepat sebelum musim baru Liga Primer Inggris dimulai.
Sistem Otomatis nan Memicu Kontroversi
Manchester United menggunakan perangkat lunak pihak ketiga nan bekerja secara otomatis untuk mendeteksi pola mencurigakan. Klub mencurigai adanya akun-akun nan dikendalikan secara terpusat alias dikoordinasikan oleh perseorangan nan sama menggunakan perangkat lunak otomatis.
Berikut adalah ringkasan info mengenai kebijakan tiket Manchester United berasas situasi terbaru:
| Jumlah Akun Terdampak | Ribuan akun (dibatasi/suspensi) |
| Tujuan Klub | Memberantas makelar (estimasi 10-15% tiket dikuasai calo) |
| Aturan Kehadiran | Wajib hadir/transfer ke kawan resmi minimal 16 dari 19 laga |
| Batas Waktu Banding | Sebelum musim dimulai (22 Agustus) |
| Rekam Jejak Musim Lalu | 22.000 tiket dibatalkan dalam 5 laga kandang pertama |
Keluhan Fans: "Kami Bukan Pelanggan, Kami Pendukung"
Andy, seorang pemegang tiket terusan selama lebih dari 35 tahun, mengungkapkan kekecewaannya. Ia merasa klub tidak mempunyai empati terhadap loyalitas fans. Ayahnya, nan telah memegang tiket terusan sejak 1974, sekarang juga terancam kehilangan akses lantaran hambatan teknis dalam sistem tiket digital.
"Mereka sudah mengambil duit tiket terusan saya. Mereka tidak peduli gimana perihal ini memengaruhi hubungan orang-orang, apalagi kesehatan mental mereka. Saya merasa orang-orang dihukum lantaran loyalitas mereka. Mereka tidak menginginkan fans, mereka menginginkan pelanggan," ujar Andy.
Banyak fans beranggapan bahwa sistem otomatis klub kandas membedakan antara makelar ahli dengan pendukung nan saling membantu. Misalnya, personil klub resmi nan meminjamkan tiket kepada sesama personil dengan nilai normal (face value) saat mereka berhalangan hadir.
Kekhawatiran Dampak Jangka Panjang
Manchester United Supporters' Trust (MUST) menyatakan bahwa skala pembatasan ini telah menyebabkan kekhawatiran besar. Mereka memperingatkan adanya "konsekuensi nan tidak diinginkan" dari pendekatan klub nan terlalu garang ini.
Di sisi lain, muncul kecurigaan di kalangan pendukung bahwa klub-klub besar Liga Primer Inggris sebenarnya mau mengurangi jumlah pemegang tiket terusan.
Alasannya, menjual tiket per pertandingan secara perseorangan kepada turis alias visitor sekali datang jauh lebih menguntungkan secara finansial dibandingkan nilai paket tiket terusan bagi fans reguler.
Hingga saat ini, pihak Manchester United menolak memberikan komentar resmi mengenai reaksi para pendukung, namun mereka menegaskan bahwa kebanyakan akun nan ditandai memang menunjukkan aktivitas penyalahgunaan. Panel banding bakal bekerja hingga sebelum 22 Agustus untuk menentukan nasib akhir dari ribuan tiket nan sekarang tengah ditangguhkan tersebut. (bbc/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·