Ribuan Hektare Lahan Pertanian di 26 Kecamatan di Tasikmalaya Terancam Gagal Tanam

14 jam yang lalu 3
Ribuan Hektare Lahan Pertanian di 26 Kecamatan di Tasikmalaya Terancam Gagal Tanam Saluran air ke sejumlah persawahan di Kabupaten Tasikmalaya sudah dalam kondisi mengering.(MI/KRISTIADI)

MUSIM tandus telah berakibat pada kurangnya pasokan air ke areal persawahan. Di Kabupaten Tasikmalaya, 2.172 hektare lahan pertanian kekurangan air dan terancam gagal tanam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS mengatakan, luas lahan tanam pada musim tandus sekarang mencapai 4.948 hektare. Dari luasan itu, sudah 2.172 hektare mengalami kekeringan.

Sawah kekeringan tersebar di 26 Kecamatan. Kekeringan nan terjadi terdiri dari  kategori ringan dan sedang.

"Sungai kering, sehingga lahan pertanian terdampak. Wilayah terparah terjadi di Kecamatan Manonjaya seluas 232 hektare, Jamanis seluas 225 hektare, Cipatujah seluas 200 hektare, Cikalong 655 hektare, Salawu 45 hektare, dan Sukaraja 19 hektare," tambahnya, Rabu (29/7).

Menurut Roni, kekeringan nan terjadi membikin petani kebingungan, lantaran mereka sudah melakukan pengolahan lahan hingga tanam.

"Kekeringan bakal terus meluas, lantaran tidak kunjung turun hujan. Dinas pertanian diharapkan segera memberikan solusi. Petani menanam palawija sebagai pengganti padi," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Ida Hindarsah mengatakan, luas lahan pertanian nan terancam kekeringan dan kandas tanam tersebar di 31 Kecamatan. Sejumlah petugas sudah disebar untuk memberikan edukasi agar lahan ditanami palawija.

"Berdasarkan laporan nan diperoleh lahan kekeringan terjadi di 31 Kecamatan dengan kondisi tanaman padi berumur 7 hingga 115 hari. Areal terdampak seluas 14.432 hektare. Kekeringan bakal meluas jika hujan tidak turun pada Agustus," pungkasnya.

Selengkapnya