ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Penggerebekan dilakukan penyelidik di rumah Wakil Menteri (Wamen) Perminyakan untuk Urusan Distribusi Irak, Ali Maarij Al Bahadly, akhir pekan kemarin. Dilaporkan gimana duit senilai US$ 14 juta (Rp 251,3 miliar) ditemukan dalam corak tunai dibalik tembok rumah, terdiri dari US$ 11 juta dan empat miliar dinar Irak (senilai US$ 3 juta).
Ini merupakan buntut dari operasi penangkapan besar-besaran pelaku korupsi nan diperintahkan oleh Perdana Menteri (PM) baru Irak, Ali al-Zaidi, nan baru dilantik 14 Mei lalu. Sebelumnya, pemerintahannya disebut sukses menangkap 47 koruptor hanya dalam sehari, termasuk pejabat kabinet hingga personil DPR.
"Uang tunai tersebut ditemukan selama penyelidikan awal," kata pengadil ketua Pengadilan Kriminal Pusat untuk Korupsi Irak, dimuat The National News, Kamis (2/7/2026). "Investigasi tetap berlangsung," tambahnya.
Dalam sebuah gambar nan dirilis, terlihat gimana Dewan Kehakiman menunjukkan para penyelidik menggunakan palu bor menembus tembok di gedung kolam renang rumah sang wamen. Sebuah lubang persegi panjang terlihat di tembok dan puing-puing beton berceceran di dekat tepi kolam nan berubin biru dan kosong.
Dari dalam dinding, terlihat beberapa koper terbuka berisi duit kertas dolar dan dinar nan diikat rapat. Ada pula kotak-kotak barang, di mana salah satunya merupakan jam Rolex berwarna emas.
Perlu diketahui, sebagai Wamen Perminyakan untuk Distribusi, Al Bahadly mengawasi alokasi dan penjualan produk bahan bakar olahan di Irak. Portofolio ini dianggap sangat sensitif lantaran berasosiasi langsung dengan pedagang bahan bakar swasta, perusahaan distribusi, dan kuota provinsi.
Ia ditangkap dan menghadapi proses norma di Pengadilan Pidana Anti-Korupsi Pusat di Baghdad. Pengadilan tersebut unik menangani kasus kejahatan finansial nan melibatkan pejabat senior dan telah menjadi pusat upaya pemerintah untuk menunjukkan bahwa "tidak ada seorang pun nan kebal dari pertanggungjawaban".
Sebenarnya, pemerintah PM Ali al-Zaidi telah melaporkan pemulihan miliaran dinar, penyitaan properti di Baghdad dan luar negeri, serta balasan penjara bertahun-tahun untuk beberapa pejabat korup. Para analis mengatakan upaya ini bermaksud untuk mengatasi kemarahan publik atas korupsi nan merajalela, nan oleh aktivitas anti-korupsi dunia Transparency International dinilai sebagai salah satu masalah pemerintah Irak nan paling mendesak.
Uang tunai senilai 14 juta dolar AS disembunyikan di dalam dinding: Penggerebekan di rumah wakil menteri perminyakan Irak menyita tumpukan duit tunai. (Facebook/مجلس القضاء الاعلى)
Uang tunai senilai 14 juta dolar AS disembunyikan di dalam dinding: Penggerebekan di rumah wakil menteri perminyakan Irak menyita tumpukan duit tunai. (Facebook/مجلس القضاء الاعلى)
Meski begitu sejumlah pengamat menilai pesimis upayanya. Seorang peneliti di lembaga think tank Arab Centre for Research and Policy Studies, Harith Hasan, mengatakan bahwa upaya pemerintah sering kali berakhir ketika biaya politik meningkat dan penegakan norma berkarakter selektif, bukan konsisten.
"Saya memperkirakan kampanye ini bakal berakhir begitu upaya lebih lanjut mulai menimbulkan biaya politik, keamanan, alias sistemik nan signifikan. Namun, untuk saat ini, ada indikasi bahwa penangkapan tambahan mungkin tetap bakal terjadi," katanya.
(sef/sef)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·