ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), membeberkan argumen pemerintah melibatkan TNI dalam pembangunan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurut dia, proyek pembentukan 80 ribu koperasi di seluruh desa dan kelurahan bukan pekerjaan sederhana, lantaran nan dibangun bukan hanya sarana fisik, melainkan juga perubahan pola ekonomi masyarakat desa.
Zulhas mengatakan, Presiden Prabowo Subianto mau pertumbuhan ekonomi dimulai dari desa melalui penguatan koperasi sebagai pedoman pemberdayaan masyarakat. Namun, dia mengakui mewujudkan sasaran 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan perkara mudah.
"Membangun Koperasi Desa Merah Putih 80 ribu itu gimana? Nggak gampang, mengubah budaya itu tidak gampang. Konsep Kopdes itu Pak Presiden mau ekonomi itu tumbuh dari desa. Intinya pemberdayaan," ujar Zulhas dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) sektor kelautan dan perikanan di instansi pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, jika pembangunan koperasi dilakukan lewat sistem tender satu per satu, prosesnya bakal menyantap waktu sangat panjang. Karena itu, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) nan menugaskan Agrinas Pangan untuk menggandeng TNI dalam pelaksanaannya.
"Bangun 80 ribu gimana? Kalau ditender dulu satu per satu, waduh mungkin 100 tahun baru kelar. Oleh lantaran itu, dikeluarkan Inpres, ditugaskan kepada Agrinas Pangan agar Agrinas Pangan kerja sama dengan TNI," jelasnya.
Zulhas juga menyinggung sorotan nan sempat muncul atas keterlibatan TNI, terutama mengenai aspek manajemen dan tata kelola. Meski begitu, dia memastikan pola kerja sama tersebut justru dinilai lebih efektif dan efisien, termasuk dari sisi biaya pembangunan.
"Nah TNI perintah pak, kadang-kadang memang lupa di dalam tata kelola manajemen kadang-kadang TNI kan perintah. Tapi saya jamin nan dikerjakan itu lebih murah daripada ditender bebas begitu, dan lebih bagus sama seluruh Indonesia," pungkas dia.
(dce)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·