Rupiah Menguat ke Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga BI Rate 5,75 Persen

1 jam yang lalu 2
Rupiah Menguat ke Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga BI Rate 5,75 Persen Pegawai menunjukkan duit rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (21/1) bergerak menguat 20 poin alias 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari hari(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.)

NILAI tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Penguatan ini terjadi menyusul keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku kembang referensi dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Agustus 2026.

Berdasarkan info pasar, rupiah bergerak menguat 22 poin alias 0,12 persen ke posisi Rp17.840 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, Rupiah berada di level Rp17.862 per dolar AS. Sejalan dengan pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI juga menunjukkan penguatan ke level Rp17.844 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.856 per dolar AS.

Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, menjelaskan bahwa sentimen positif utama berasal dari keputusan BI mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen. Selain itu, bank sentral juga menetapkan suku kembang Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan Lending Facility sebesar 6,50 persen.

“Keputusan suku kembang ini tetap konsisten dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari akibat tingginya gejolak dunia akibat perang di Timur Tengah,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.

Langkah moneter ini juga ditujukan untuk menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. BI turut memperluas kebijakan insentif guna meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing (capital inflow) dan memperdalam pasar kurs asing.

Indikator Nilai/Posisi
Kurs Spot (Penutupan) Rp17.840 per Dolar AS
Perubahan +22 Poin (0,12%)
Kurs JISDOR BI Rp17.844 per Dolar AS
BI Rate 5,75%
Deposit Facility 4,75%
Lending Facility 6,50%

Dari sisi eksternal, pasar tetap dibayangi oleh ketidakpastian di Timur Tengah, khususnya mengenai status Selat Hormuz. Terdapat perbedaan pernyataan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai akses jalur pelayaran vital tersebut. Presiden AS Donald Trump menegaskan selat tetap terbuka, sementara pihak Iran menyatakan jalur tersebut tertutup bagi lampau lintas pelayaran.

Ibrahim menambahkan bahwa berakhirnya kesepakatan gencatan senjata sementara pada Senin (17/8) memicu kekhawatiran baru. Pejabat senior Iran menyatakan negaranya beranjak ke postur militer ofensif akibat kebuntuan diplomatik, meskipun belum ada laporan serangan baru hingga Selasa (18/8). Kondisi geopolitik ini terus dipantau penanammodal lantaran berpotensi memengaruhi likuiditas dan stabilitas pasar duit global. (Ant/H-4)

Selengkapnya