Rupiah Sentuh Rp18.000/US$, Purbaya: Investor Akan Kembali ke RI

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka bunyi perihal nilai tukar rupiah terhadap dolar AS nan telah menyentuh level Rp 18.000/US$. Purbaya menuturkan pelemahan nilai tukar disebabkan lantaran sebelumnya penanammodal cemas dan takut mengenai kondisi Indonesia.

Namun, saat ini, Purbaya mengungkapkan Indonesia telah mempunyai berita bagus, ialah penetapan ranking utang Indonesia. Kemarin, Senin (13/7/2026), lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mempertahankan ranking utang Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.

Keputusan tersebut menegaskan posisi Indonesia tetap berada dalam kategori layak investasi (investment grade) di tengah ketidakpastian ekonomi dunia nan tetap tinggi. Dengan adanya penilaian terbaru dari S&P, Purbaya percaya penanammodal bakal kembali masuk ke Tanah Air.

"Saya belum ngomong kali bahwa ini buletin nan bagus. Jadi begitu ini keluar, viewnya clear bahwa fondasi ekonomi kita bagus. Investor bakal kembali ke sini secara bertahap," paparnya kepada pewarta di DPR, Selasa (14/7/2026).

Dia percaya jika penanammodal pandai memandang kondisi, mereka bakal sigap masuk ke Indonesia. Pasalnya, pernyataan nyinyir nan mengatakan pemerintah Indonesia tidak bisa menjalankan fiskal baik rupanya salah besar.

"Tapi jika nan pandai sih bakal masuk cepat. Ini menunjukkan bahwa tadi nan diragukan banyak orang bahwa kita tidak bisa mengimplementasikan kebijakan fiskal dengan baik. Itu salah," katanya.

Menurutnya, jejeran Kementerian Keuangan selalu serius dan melakukan obrolan mengenai arah kebijakan fiskal RI. Setiap seminggu dan dua minggu sekali, Purbaya mengaku kerap berbincang dengan presiden.

Dengan demikian, dia membantah jika ada pihak nan mengatakan pemerintah seolah-olahnya kebijakan liar.

"Dengan Bapak Presiden juga mungkin seminggu dua minggu sekali obrolan ekonomi dan kebijakan fiskalnya. Jadi gak ada itu. Orang kan kesannya seolah-olah kebijakannya liar. Gak ada itu," katanya.

"Kita diskusikan terus secara regular. Bapak Presiden meminta terus kondisi fisikal dan ekonomi secara berkala dan cukup detail," katanya.

(chd/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya