Petugas pemadam kebakaran dan penyelamat bekerja di letak gedung nan rusak akibat serangan udara Rusia di Kyiv, Ukraina. Serangan terbaru menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 16 lainnya.(Ukrainian State Emergency Service via AFP)
RUSIA melancarkan serangan udara besar-besaran ke Kyiv, Ukraina, Minggu (19/7) awal hari waktu setempat, dengan jumlah rudal balistik terbesar sejak perang dimulai. Serangan itu menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 16 lainnya.
Serangan berjalan selama beberapa jam dan menghantam enam distrik di ibu kota Ukraina. Dinas Darurat Negara Ukraina melaporkan sejumlah kebakaran terjadi di gedung permukiman, perkantoran, akomodasi industri, asrama, serta kendaraan.
Petugas penyelamat mengevakuasi empat orang dari sebuah rumah nan terbakar di Distrik Sviatoshynskyi. Di Distrik Shevchenkivskyi, petugas juga menyelamatkan penduduk dari gedung tiga lantai nan terbakar.
Satu orang kemudian ditemukan tewas dalam serangkaian serangan tersebut.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut serangan rudal balistik itu sebagai “serangan teroris sadis terhadap ibu kota Ukraina” nan memerlukan respons tegas.
“Ini adalah serangan teroris sadis terhadap ibu kota Ukraina,” kata Sybiha.
Kebakaran juga dilaporkan terjadi di Distrik Solomianskyi, Desnianskyi, dan Dniprovskyi.
Kendala Rudal Patriot
Serangan terbaru itu menambah tekanan terhadap Ukraina nan memasuki tahun kelima perang. Negara tersebut menghadapi serangan Rusia nyaris setiap hari di tengah keterbatasan rudal pencegat Patriot, sistem pertahanan udara nan menjadi salah satu jagoan Ukraina untuk menghadapi rudal balistik.
Angkatan Udara Ukraina menyatakan telah menembak jatuh 18 dari 41 rudal nan diluncurkan Rusia dalam serangan Minggu awal hari.
Rusia telah melancarkan sejumlah gelombang serangan besar ke Kyiv sepanjang Juli. Rudal balistik digunakan setidaknya dalam tujuh serangan pada saat Ukraina menghadapi kekurangan rudal pencegat Patriot.
Serangan Rusia juga menyasar wilayah Dnipropetrovsk. Seorang penduduk tewas dalam serangan drone, menurut pejabat regional Oleksandr Ganzha.
Di wilayah Zaporizhia, sebuah drone Rusia menghantam kereta penumpang dan menewaskan kondektur, menurut perusahaan kereta api nasional Ukraina. Foto nan dirilis perusahaan itu memperlihatkan sejumlah gerbong terbakar.
Sementara itu, Ukraina menyatakan pasukannya menyerang dua kapal tanker minyak Rusia di Laut Hitam. Serangan tersebut merupakan bagian dari strategi Ukraina untuk menghalang pasokan bahan bakar dan logistik ke Semenanjung Krimea nan diduduki Rusia dengan menargetkan kapal-kapal nan mengangkut pasokan. (Al-Jazeera/B-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·