RUU ASN Disusun, PNS Didesak Pakai Sistem KPI

5 hari yang lalu 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI M. Rifqinizamy Karsayuda menyoroti ranking internasional keahlian aparatur sipil negara (ASN) Indonesia nan berada di posisi 82 dari 193 negara. Peringkat ini dikutip dari info Government Effectiveness Index.

Oleh lantaran itu, dia mendorong Rancangan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (RUU ASN) untuk memuat sistem Key Performance Indicator (KPI) nan ketat bagi ASN.

"Kita ke depan mungkin perlu meningkatkan sedikit key performance indicator kepada seluruh birokrasi kita, ASN kita, apakah itu pegawai negeri sipil, termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian unik (PPPK)," kata Rifqinizamy, dalam rapat kerja dengan Menteri PANRB, BKN dan LAN serta ANRI dan Ombudsman RI, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, selama ini ASN berada di area nyaman lantaran minim pertimbangan keahlian nan efektif dan dinilai kondusif lantaran susah dicopot dari posisinya. Dia berambisi dengan adanya RUU ASN, ASN bakal lebih kompetitif dan bisa memenuhi sasaran kerja serta bisa diberhentikan kapan saja jika terbukti mempunyai pelanggaran.

"Ini PR kita semua kita kan sudah memasukkan dalam prolegnas RUU ASN agar di RUU ASN itu coba kita pikirin deh di swasta orang bisa kompetitif kok pegawai Negeri ASN enggak bisa kompetitif," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Rifqinizamy juga menyinggung mengenai posisi ASN nan dinilai 'aman' lantaran jatah pensiun seumur hidup. Rifqinizamy mengatakan skema pensiun seumur hidup ini perlu dievaluasi total agar ASN nan mengabdi bisa lebih total.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Rini Widyantini setuju jika kudu ada KPI ASN. Namun, dia menilai KPI ini tidak hanya masing-masing perseorangan tetapi juga kudu berorientasi hasil.

"Saya kira ini krusial sekali bahwa setiap ASN memang perlu, krusial untuk memperhatikan KPI, tetapi KPI juga bukan KPI perseorangan tapi gimana dampaknya kepada masyarakat," kata Rini dalam raker tersebut.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya