Presiden Prabowo meninjau penemuan BRIN di Istana, mulai dari teknologi air minum hingga pesawat nirawak, untuk mendukung percepatan pembangunan nasional.
Presiden Prabowo Subianto meninjau hasil riset dan penemuan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis kemarin, sebelum berjumpa sekitar 150 periset. Peninjauan dilakukan untuk memandang perkembangan teknologi strategis nan mendukung percepatan agenda pembangunan nasional. (Dok. BPMI Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)
Dikutip Jumat (7/8/2026), didampingi Kepala BRIN Arif Satria, Prabowo mengunjungi stan penemuan di bagian energi, pertahanan, kedirgantaraan, kesehatan, pangan, dan pengolahan air. Presiden aktif berbincang dengan para periset serta mencoba teknologi pengolahan air darurat nan bisa mengubah air banjir, payau, maupun sungai menjadi air siap minum. (Dok. BPMI Sekretariat Presiden/Cahyo)
Arif mengatakan BRIN terus memperkuat kapabilitas teknologi nasional. Salah satunya teknologi penyimpanan gas alam bertekanan rendah berbasis Metal Organic Framework (MOF) nan dikembangkan berbareng Sister Lab dan peraih Nobel Kimia 2025, Susumu Kitagawa. Teknologi itu diperkirakan dapat menghemat subsidi LPG hingga Rp26 triliun per tahun. (Dok. BPMI Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)
Di sektor kedirgantaraan, pesawat N219 telah dilisensikan kepada PT Dirgantara Indonesia, sementara satelit NEO-1 dijadwalkan meluncur awal 2027. BRIN juga mengembangkan Pesawat Udara Nirawak (Puna) Alap-Alap nan bisa terbang enam jam dengan jangkauan sekitar 100 kilometer untuk mendukung pengawasan wilayah. (Dok. BPMI Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)
BRIN turut mengembangkan penemuan di bagian kesehatan, transportasi, ketahanan pangan, hingga teknologi nuklir. Arif menegaskan hasil riset tersebut menjadi fondasi kemandirian teknologi nasional dan diharapkan semakin memperkuat penyelenggaraan prioritas pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. (Dok. BPMI Sekretariat Presiden/Cahyo)

2 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·