Selain dinilai lebih praktis, menikah di KUA juga dianggap bisa menekan biaya sehingga biaya nan ada dapat dialokasikan untuk kebutuhan setelah berumah tangga.
Sepasang calon pengantin Azril 24 tahun dan Julia 23 tahun menjalani prosesi janji nikah di KUA Tebet, Jakarta, Jumat, (17/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sejumlah pasangan sekarang memilih melangsungkan janji nikah di Kantor Urusan Agama (KUA). Selain dinilai lebih praktis, pernikahan di KUA juga dianggap bisa menekan biaya, sehingga biaya nan ada dapat dialokasikan untuk kebutuhan setelah berumah tangga. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Salah satu calon pengantin Azril dan Julia sepakat mengaku memilih menikah di KUA lantaran mau menjalani prosesi janji nan sederhana namun tetap khidmat. Baginya, nan terpenting adalah pernikahan sah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Selain lantaran biaya nan mahal di rumah alias digedung kami mau janji nan sederhana, khidmat, Menurut kami nan paling krusial adalah sah secara kepercayaan dan negara." kata Azril kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Selain aspek biaya, proses manajemen di KUA dinilai mudah dan pelayanan nan diberikan petugas cukup membantu. Calon pengantin juga mendapatkan pembekalan melalui pengarahan perkawinan sebelum hari akad. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Menikah di KUA kami bisa menghemat biaya nan cukup besar. Uangnya kelak kami gunakan untuk tabungan dan kebutuhan setelah menikah." tambahnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Fenomena meningkatnya pasangan nan menikah di KUA juga dipengaruhi perubahan langkah pandang masyarakat. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Kepala KUA Tebet, Nasrulloh, mengatakan bahwa sebelumnya sekitar 20% pasangan melangsungkan janji nikah di KUA, sementara 80% memilih menikah di luar KUA, baik di gedung maupun di rumah. Namun pada 2026, komposisi tersebut berubah menjadi sekitar 40% pasangan menikah di KUA dan 60% di luar KUA. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
source on Google

4 hari yang lalu
8







English (US) ·
Indonesian (ID) ·