Penembakan fatal Lorenzo Salgado Araujo oleh pemasok ICE di Texas memicu kemarahan. Sempat dituduh membawa narkoba nan rupanya hanya garam, ini kebenaran lengkapnya!(Milenio)
NEGARA bagian Texas bakal menggelar penyelidikan independen atas kejadian penembakan fatal terhadap Lorenzo Salgado Araujo oleh pemasok imigrasi federal Amerika Serikat (ICE) pekan lalu. Gubernur Texas, Greg Abbott, mengumumkan lembaga penegak norma negara bagian, Texas Rangers, bakal bekerja sama dengan pejabat federal untuk mengusut tuntas kasus nan memicu dorongan publik ini.
"Hukum imigrasi dapat ditegakkan, dan menghentikan imigrasi terlarangan nan melintasi perbatasan kita dapat dicapai, tanpa kudu menembak orang," tegas Abbott kepada wartawan, Rabu.
Insiden ini bermulai pada pagi hari, 7 Juli. Agen ICE mencegat Lorenzo, 52, nan sedang berkendara menuju tempat kerja. Pencegatan tersebut berujung pada penembakan nan menewaskan ayah tiga anak nan telah bermukim di AS selama 35 tahun itu. Menurut keterangan Anggota Kongres AS, Silvia Garcia, pemasok ICE nan bekerja tidak mengenakan kamera tubuh (bodycam) saat operasi berlangsung.
Awalnya, ICE menuduh Lorenzo "menggunakan kendaraannya sebagai senjata," sehingga petugas terpaksa menembak untuk memihak diri. Namun, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) belakangan mengakui Lorenzo bukanlah sasaran operasi. ICE menghentikannya hanya lantaran dia mengendarai van putih dan terlihat mirip dengan sasaran nan dicari.
Tuduhan Narkoba nan Ternyata Garam
Keluarga korban membantah keras kronologi jenis pemerintah. Keadaan makin memanas saat arsip surat perintah penggeledahan FBI menyebut adanya temuan kantong plastik berisi unsur kristal putih di mobil korban, nan dicurigai sebagai metamfetamin (sabu-sabu).
Klaim ini langsung ditepis oleh Ruby Powers, pengacara dari kerabat laki-laki korban nan juga berada di dalam mobil saat kejadian.
"Berdasarkan konsultasi dengan pengguna saya dan keluarganya, pemahaman kami adalah bahwa unsur itu adalah garam butir nan dipadukan dengan lemon dan air sebagai campuran elektrolit buatan sendiri. Minuman ini biasa digunakan oleh pekerja lapangan di tengah cuaca panas ekstrem Texas, bukan metamfetamin alias unsur terlarang lainnya," jelas Powers.
Pernyataan ini didukung oleh Jaksa Wilayah Harris County, Sean Teare, nan meyakini bungkusan tersebut bukan narkoba. Pihaknya sekarang tengah menunggu hasil uji laboratorium FBI.
Keluarga Tahu dari Media Sosial
Kematian Lorenzo meninggalkan duka mendalam. Putranya, Ronaldo Salgado, mengaku mengetahui ayahnya tertembak dari video amatir nan beredar di media sosial.
"Saya langsung mengenalinya, bukan dari penampilannya, tapi dari suaranya nan berteriak meminta tolong saat tergeletak di jalan," ujar Ronaldo pilu.
Ronaldo menambahkan, tiga laki-laki nan berbareng ayahnya saat kejadian, termasuk sang paman, langsung ditahan oleh pihak imigrasi.
Kasus Lorenzo, nan disusul oleh penembakan fatal lainnya terhadap imigran asal Kolombia di Maine, kembali memicu perdebatan sengit tentang penggunaan kekerasan oleh ICE. Meski panen kritik, Presiden Donald Trump pada Selasa lampau menegaskan ICE bakal terus melakukan pencegatan lampau lintas sebagai salah satu strategi utama penegakan patokan imigrasi. (BBC/Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·