SBY Ingatkan Pemerintah Jaga Kesehatan Fiskal saat Target Pertumbuhan 6 Persen

53 menit yang lalu 1
SBY Ingatkan Pemerintah Jaga Kesehatan Fiskal saat Target Pertumbuhan 6 Persen Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menyelesaikan lukisan berjudul Misteri di Sungai Progo saat melukis berbareng SBY Art Commmunity di Taman Kyai Langgeng, Magelang, Jawa Tengah, Senin (11/5/2026).(Antara/Anis Efizudin)

PRESIDEN ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak mengabaikan kesehatan fiskal dalam mengejar sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada tahun 2027. SBY menekankan bahwa ambisi pertumbuhan nan tinggi kudu dibarengi dengan pengelolaan anggaran nan disiplin serta pertimbangan berkala.

Pesan tersebut disampaikan SBY merespons langkah Presiden Prabowo nan menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027, nomor nan lebih tinggi dibandingkan sasaran dalam APBN 2026 sebesar 5,4%.

"Saya hanya mau berpesan ke teman-teman nan mengemban tugas di pemerintahan agar tetap konsisten. Jaga betul kesehatan fiskal kita, kemudian implementasinya nan bagus. Jangan ada penyimpangan di sana-sini," ujar SBY melalui unggahan di akun pribadinya @SBYudhoyono, Senin (17/8/2026).

Pentingnya Evaluasi dan Tata Kelola

SBY menggarisbawahi bahwa pertimbangan kebijakan secara rutin sangat krusial agar ambisi pembangunan tidak memicu persoalan baru dalam pengelolaan finansial negara. Menurutnya, manajemen pemerintahan nan baik menuntut adanya peninjauan setiap saat terhadap efektivitas kebijakan nan dijalankan.

Meski sasaran 6% tergolong ambisius, SBY menilai perihal tersebut bukan mustahil untuk dicapai. Ia merujuk pada masa kepemimpinannya selama dua periode, di mana pertumbuhan ekonomi rata-rata berada di kisaran 6%.

"Meskipun ambisius tidak berfaedah tidak bisa dicapai. Pengalaman saya memimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6 persen, alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu, utang negara menurun drastis, tetapi GDP termasuk income per capita meningkat secara tajam," ungkapnya.

Pertumbuhan untuk Kesejahteraan

Lebih lanjut, SBY mengingatkan bahwa nomor pertumbuhan ekonomi pada akhirnya kudu berakibat nyata pada kesejahteraan masyarakat. Target Produk Domestik Bruto (PDB) tidak boleh menjadi sekadar angka, tetapi kudu diterjemahkan ke dalam penurunan nomor kemiskinan, pengurangan pengangguran, serta peningkatan kualitas jasa publik.

Ia menilai agenda pembangunan nan diusung pemerintahan Prabowo--seperti peningkatan jasa kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur--sudah sejalan dengan angan rakyat. Namun, dia kembali mewanti-wanti agar shopping pemerintah tetap terkendali.

"Apa nan digagas dan direncanakan oleh pemerintah menurut saya tepat lantaran isu-isu itu memang menjadi angan rakyat Indonesia," tambahnya.

Konteks Target Ekonomi 2027

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6% pada 2027. Target ini disampaikan dalam Sidang Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di hadapan DPR RI, Jumat (14/8/2026).

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen. Lebih tinggi dari sasaran APBN 2026 sebesar 5,4 persen," tegas Prabowo dalam sidang tersebut.

Pesan dari SBY ini menjadi catatan krusial bahwa percepatan pertumbuhan ekonomi nasional memerlukan keseimbangan antara ambisi pembangunan, kualitas belanja, dan pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran negara agar tetap sehat secara fiskal. (I-2)

Selengkapnya