Sebut Bencana di Aceh-NTT Cepat Ditangani, Prabowo Sungguh-Sungguh

47 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah bergerak sigap dalam menangani musibah nan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Aceh dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Meskipun negara tengah menghadapi beragam cobaan, rintangan, dan hambatan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri agenda pemerintah, Selasa (25/8/2026). Menurut dia, penanganan musibah di Aceh telah dilakukan dalam waktu nan cepat, apalagi melampaui perkiraan banyak pihak. Hal serupa juga dilakukan pemerintah dalam merespons musibah di NTT.

"Ini saya sampaikan pada kesempatan ini lantaran kita walaupun menghadapi cobaan, walaupun menghadapi rintangan, hambatan, kita kuat. Kita mampu. Kita buktikan terus," ujar Prabowo.

"Bencana di Aceh kita selesaikan dalam waktu nan tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT (Nusa Tenggara Timur) reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir," tambahnya.

Prabowo mengatakan, sebagai Presiden nan memegang mandat, dirinya bakal terus mengerahkan kekuatan negara untuk menghadapi beragam tantangan. Dia menekankan bahwa kekuatan negara pada dasarnya berasal dari seluruh aset dan kekayaan bangsa nan kudu dikelola secara optimal dan bertanggung jawab.

"Dan saya sebagai Presiden pemegang mandat dari rakyat, saya terus menghimpun kekuatan negara. Kekuatan negara ini intinya adalah bahwa semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa kudu dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan dasar patriotisme cinta tanah air, cinta rakyat, rasa tanggung jawab nan sangat besar," kata Prabowo.

Untuk itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi dan menutup beragam kebocoran dalam pengelolaan finansial negara. Sebagai bagian dari pengelolaan aset negara.

Menurutnya, penyelewengan dan korupsi kudu diperangi agar sumber daya negara dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Meskipun banyak pihak nan meragukan alias nyinyir.

"Karena itu penyelewengan, korupsi kudu kita perangi, kudu kita berantas sampai ke akar-akarnya. Kita kudu punya tekad itu, walaupun banyak pihak nan selalu nyinyir dan memandang bahwa kita tidak sungguh-sungguh, kita sungguh-sungguh," tuturnya.

"Walaupun banyak pihak nan selalu nyinyir dan memandang bahwa kita tidak sungguh-sungguh, kita sungguh-sungguh," ujarnya.

Menurutnya dengan upaya pemberantasan korupsi terbukti menambah keahlian pemerintah menyediakan beragam sumber daya untuk menangani bencana, termasuk ratusan helikopter dan perangkat berat.

"Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi perangkat berat jika kita tidak punya uang? Dari mana duit itu? Uang itu dari nan kita selamatkan dari korupsi-korupsi nan melangkah selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu," jelasnya.

Meski demikian, Prabowo menilai pemerintah belum boleh berpuas diri. Dia meminta pengelolaan finansial negara terus diperbaiki agar keahlian negara dalam menghadapi beragam tantangan semakin kuat.

"Kita belum puas. Kita kudu lebih keras lagi mengelola semua keuangan," pungkas Prabowo.

(hoi/hoi) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya