Sekolah di Yogyakarta Dukung Pelaksanaan Imunisasi HPV untuk Anak Laki-Laki

1 jam yang lalu 3
Sekolah di Yogyakarta Dukung Pelaksanaan Imunisasi HPV untuk Anak Laki-Laki Ilustrasi(Dok Istimewa)

PELAKSANAAN program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) mulai dilaksanakan di sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta, salah satunya di  SD Intis School Yogyakarta, Selasa (4/8).

Kepala SD Intis School Yogyakarta, M Mu’adin menilai, BIAS, khususnya pemberian imunisasi Human Papillomavirus (HPV), sangat krusial sebagai upaya pencegahan awal terhadap akibat penyakit rawan bagi masa depan anak.

"Kami sangat mengapresiasi adanya program ini lantaran sangat krusial untuk mencegah penyakit-penyakit berisiko di masa depan. Mengenai respon anak-anak, sebagian ada nan santuy dan ada juga nan takut, itu perihal nan biasa. Namun secara prinsip, seluruh siswa siap untuk diimunisasi," terang Mu’adin.

Guna memastikan aktivitas melangkah lancar dan transparan, pihak sekolah melakukan sosialisasi secara intensif kepada para wali siswa melalui surat pemberitahuan resmi. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan setiap orang tua memahami faedah imunisasi dan memberikan persetujuan tertulis sebelum tindakan medis dilakukan.

Pelaksanaan BIAS di SD Intis School Yogyakarta, kata dia, menyasar siswa kelas 1, 2, dan 5. Khusus untuk imunisasi HPV, pemberian vaksin difokuskan kepada siswa kelas 5.

Kepala Puskesmas Kotagede 2, dr. Atika Anggiasih menyampaikan, sasaran penerima vaksin HPV sekarang diperluas tidak hanya untuk siswa perempuan, tetapi juga siswa laki-laki kelas 5 SD. Langkah ekspansi ini diambil mengingat virus HPV tidak hanya memicu kanker serviks pada perempuan, tetapi juga berpotensi menyebabkan jenis kanker lain seperti kanker anus dan orofaring, serta kutil kelamin (kondiloma akuminata) nan dapat menyerang laki-laki. Selain itu, anak laki-laki berisiko menjadi pembawa (carrier) virus tersebut.

Pihak sekolah berambisi melalui kerjasama nan baik antara penyedia kesehatan, sekolah, dan orang tua, seluruh siswa dapat menerima perlindungan kesehatan secara optimal. Masyarakat dan orang tua siswa pun diimbau untuk tidak ragu memberikan izin imunisasi demi perlindungan kesehatan jangka panjang anak-anak.

Ia menjelaskan, dosis nan diberikan tahun ini, untuk wanita dan laki-laki, itu HPV nan diberikan 1 dosis, ialah di kelas 5 SD. "Kalau misalnya pada saat kelas 5 belum, maka ada imunisasi HPV kejar, ialah di kelas 6 SD dan di usia SMP alias 14 tahun, 15 tahun," terang dia.

Sejauh ini untuk pengaruh samping dari HPV, terang dia, memang tidak tidak ada. Cuma kan kita tetap waspada untuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), lantaran mungkin respon imun tubuh anak-anak juga berbeda tiap orangnya.

"Kalau KIPI, jika pada imunisasi pada umumnya, itu ada nan demam, ada juga mungkin bengkak di tempat penyuntikan. Tapi insyaAllah jika untuk demam kita bisa berikan obat penurun demam jika memang diperlukan. Kalau untuk bengkak pada penyuntikan bisa dikompres," ungkap dia.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Endang Sri Rahayu menyampaikan, penyelenggaraan imunisasi ini berdasarkan pada komitmen nasional nan tertuang dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim 2023-2030, sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No. HK/01.07/MENKES/2176/2023. 

Pelaksanaan imunisasi diintegrasikan secara serentak dalam momen Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada bulan Agustus 2026. Guna memastikan pemerataan cakupan dan jangkauan nan inklusif, tempat penyelenggaraan tidak hanya terbatas pada sekolah formal.  

Sasaran imunisasi HPV di Kota Yogyakarta pada 2026 adalah 3.146 anak laki-laki berumur 11 tahun alias setara kelas 5 Sekolah Dasar (SD). 

“Tempat penyelenggaraan mencakup sekolah umum SD dan SMP sederajat, pondok pesantren, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), hingga Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Kami mau memastikan seluruh sasaran anak, baik nan menempuh pendidikan di sekolah umum maupun nonformal dan informal, dapat terjangkau dengan baik,” ungkap dia. (H-2)

Selengkapnya