Sekolah Rakyat di Indramayu Beroperasi Akhir Juli

1 hari yang lalu 5
Sekolah Rakyat di Indramayu Beroperasi Akhir Juli Seorang siswa tengah melipat busana di pondok Sekolah Rakyat di Kota Cirebon(MI/NURUL HIDAYAH)

SEKOLAH Rakyat Terintegrasi Satu di Kabupaten Indramayu segera beroperasi. Sebelumnya bakal digelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) nan dilaksanakan akhir Juli 2026.

Berdasarkan info nan sukses dihimpun, Senin (20/7), prasarana pembangunan Sekolah Rakyat Cikawung di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu mendekati rampung. Sekolah Rakyat tersebut berdiri di atas lahan seluas lebih kurang 10 hektare dan siap beraksi tahun ini.

“Sekolah Rakyat di Kabupaten Indramayu siap melaksanakan MPLS untuk tahun aliran 2026/2027 mulai 31 Juli 2026. Sekolah Rakyat mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA,” tutur ketua Tim Transaksi Sekolah Rakyat Permanen nan juga Asisten Setda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati.

Dia menjelaskan keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jenjang pendidikan dan penyediaan prasarana nan memadai.

“Berdirinya Sekolah Rakyat ini pun merupakan corak nyata komitmen pemerintah, dalam perihal ini Kemensos berbareng Pemkab Indramayu, dalam membangun sumber daya manusia nan unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan rakyat,” lanjutnya.

KOMPLEK PENDIDIKAN TERPADU

Di tempat nan sama, Inspektur Bidang Pemberdayaan Sosial Kemensos, Agus Saputra Aryanto, mengatakan bahwa area Sekolah Rakyat dibangun sebagai komplek pendidikan terpadu nan mencakup gedung sekolah dasar hingga menengah atas, rumah susun guru, pondok siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, gedung serbaguna, ruang terbuka hijau, serta akomodasi olahraga.

Di sejumlah letak juga tersedia lapangan sepak bola berstandar FIFA, jogging track, lapangan basket, area serbaguna, hingga taman edukasi nan didukung sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Dimulainya aktivitas MPLS menjadi bukti bahwa keberadaan Sekolah Rakyat sangat dirasakan manfaatnya oleh generasi penerus, sekaligus meringankan beban perekonomian orang tua siswa. Pemanfaatan ini juga menjadi parameter bahwa prasarana nan dibangun telah memasuki tahap operasional nan memberikan akibat langsung kepada masyarakat.

“Kami berterima kasih pembangunan Sekolah Rakyat nan menjadi amanah pemerintah sekarang telah memasuki tahap pemanfaatan,” katanya.

Jumlah siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu nan sukses dijaring berjumlah 270 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar sebanyak 90 siswa, SMP 90 siswa, dan jenjang pendidikan SMA 90 siswa, serta ditambah 100 siswa dari sekolah rintisan.

Selengkapnya