Siswa sekolah rakyat di Kalimantan Selatan.(MI/Denny Susanto)
MENJELANG penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026 mendatang, Sekolah Rakyat di Provinsi Kalimantan Selatan tetap kekurangan calon siswa di beragam jenjang SD, SMP hingga SMA.
Di Kota Banjarbaru, pemerintah wilayah setempat menerjunkan Camat dan Lurah untuk membantu mencari calon siswa nan mau berguru di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banjarbaru. Data terakhir, sekolah nan tetap dalam tahap penyelesaian tersebut kekurangan siswa di seluruh jenjang pendidikan meliputi jenjang SD kekurangan 18 siswa, SMP kurang 28 siswa dan SMA kurang 25 siswa.
Kepala Sentra Budi Luhur, Radna Dewi Sartika, memaparkan bahwa kuota nan disediakan untuk SRT 2 mencakup 60 siswa untuk jenjang SD nan dibagi menjadi 2 rombongan belajar (rombel). "Kemudian 120 siswa untuk jenjang SMP, dan 90 siswa untuk jenjang SMA. Namun, untuk sekarang jumlah itu tetap kurang dan tetap dicari, tetap diseleksi kembali untuk calon siswa nan kurang," ujar Radna.
Dirinya menegaskan bahwa proses penjaringan saat ini terus digenjot dan difokuskan unik bagi penduduk Kota Banjarbaru, mengingat peruntukan utama Sekolah Rakyat ini memang diprioritaskan untuk masyarakat setempat.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Ahmad Farhani, mengungkapkan di Kalsel ada tiga SR terintegrasi nan bakal beraksi ialah di Kabupaten Barito Kuala, Tanah Bumbu dan Kota Banjarbaru. Masing-masing sekolah bakal menerima 210 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA sehingga total 810 siswa. "Para calon siswa ini merupakan hasil penjangkauan dan verifikasi lapangan petugas PKH dan lembaga terkait," ujarnya.
Sementara, SR rintisan di Kalsel beraksi sejak 2025 lampau dengan jumlah 325 siswa nan ditampung di BBPPKS, BLK dan Balai Budi Luhur, kesemuanya ada di Banjarbaru. Ketiga sekolah ini tidak lagi menerima siswa baru. "Kami tidak menerima siswa baru dan hanya melanjutkan untuk siswa nan sudah ada sebelumnya," kata Rifki, Kepala Sekolah Rakyat rintisan di BBPPKS Kalsel, Minggu (19/7).
Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalsel, Galuh Tantri Nandrita berambisi SR bisa meningkatkan nomor partisipasi sekolah di Kalsel. "Saat ini tetap ada 64 ribu anak nan putus sekolah. Ke depan kita juga berambisi adanya intervensi pemda lewat program alias terobosan lainnya sehingga semua anak dapat kesempatan bersekolah," ujar Galuh nan juga mantan Kadisdik Kalsel. Pemerintah menargetkan pembangunan SR di seluruh wilayah alias 13 kabupaten/kota hingga 2029 mendatang. (E-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·