Seperti Film Sci-Fi! Wahana Antariksa Rekam Fenomena Bukit Pasir 'Logam' Cair di Mars

4 hari yang lalu 10
Seperti Film Sci-Fi! Wahana Antariksa Rekam Fenomena Bukit Pasir 'Logam' Cair di Mars Meskipun terlihat seperti itu, ini bukanlah gelombang logam.(ESA/DLR/FU Berlin)

WAHANA antariksa Mars Express milik Badan Antariksa Eropa (ESA) kembali sukses mengabadikan salah satu pemandangan paling surealis di Planet Merah. Dalam rangkaian pengarsipan terbarunya, pengorbit nan telah aktif sejak tahun 2003 ini merekam sebuah hamparan luas nan terlihat persis seperti genangan logam cair nan membeku di dasar sebuah kawah antik di Mars.

Sekilas, lanskap bergelombang tersebut tampak berbinar-binar layaknya lapisan kromium perak. Efek visual ini memberikan kesan kuat seolah-olah kita sedang memandangi cuplikan latar dari movie fiksi ilmiah (sci-fi) beranggaran besar, alih-alih sebuah dataran gersang di planet tetangga. Namun, benarkah ada kandungan logam cair nan melimpah di sana?

Berdasarkan penjelasan resmi dari pihak ESA, riak gelombang nan berkilau tersebut sama sekali tidak mengandung materi logam. Fenomena unik ini sebenarnya merupakan hamparan bukit pasir gelap nan diselimuti oleh lapisan es musiman. Sebagian besar dari es tersebut merupakan endapan karbon dioksida beku, alias nan lebih terkenal dikenal sebagai "es kering" (dry ice). Lapisan es kering ini secara alami menumpuk di permukaan tanah selama musim dingin ekstrem melanda wilayah Mars.

Kemilau menyerupai logam cair tersebut pada dasarnya adalah hasil dari trik pencahayaan alami serta kontras warna nan masif. Karakteristik pasir Mars nan condong gelap mempunyai sifat menyerap sinar dengan kuat. Sebaliknya, partikel es kering nan putih bersih bertindak sebagai reflektor nan memantulkan kembali pancaran sinar matahari. Interaksi kuat antara area nan menyerap dan memantulkan sinar inilah nan akhirnya menipu mata manusia, menghasilkan ilusi optik berupa kilauan perak metalik nan sangat dramatis.

Secara geografis, susunan bukit pasir vulkanik ini terbentuk akibat sapuan angin Martian nan terjadi secara terus-menerus selama ribuan tahun. Kumpulan pasir ini terkumpul di dasar Kawah Kaiser, sebuah cekungan tubrukan antik berdiameter sekitar 207 kilometer nan terletak di dataran tinggi bagian selatan Mars. Menurut badan antariksa NASA, corak kawah nan menyerupai mangkuk raksasa ini berfaedah sebagai jebakan pasir alami nan efektif, sehingga mencegah material pasir tertiup keluar dan beranjak ke wilayah lain.

Warna bukit pasir di Kawah Kaiser ini terlihat jauh lebih gelap dibandingkan dengan permukaan Mars pada umumnya. Jika sebagian besar lanskap Planet Merah didominasi oleh debu besi oksida nan memberikan warna karat kemerahan nan khas, bukit pasir unik ini justru tersusun dari butiran pasir basaltik halus. Pasir basaltik tersebut sangat kaya bakal kandungan mineral vulkanik purba, seperti piroksen dan olivin.

Meskipun pasokan pasir di dasar kawah ini relatif terbatas, riak-riak gelombang nan dihasilkan tetap mempunyai ukuran nan masif. Beberapa gundukan terpantau membentang hingga sejauh beberapa kilometer dan menjulang dengan ketinggian mencapai lebih dari 100 meter di atas permukaan sekitarnya. Penemuan ini semakin memperkaya pemahaman para intelektual mengenai dinamika cuaca serta keaktifan pengetahuan bumi nan tetap terus berjalan di Mars hingga saat ini. (Space/Z-2)

Selengkapnya