Bendera Kuwait dan Iran.(Magnific)
PEMERINTAH Kuwait melaporkan bahwa serangan Iran menghantam pembangkit listrik dan air serta akomodasi minyak pada Sabtu (18/7). Kuwait menuduh Teheran sengaja menargetkan prasarana sipil di tengah eskalasi perang Timur Tengah nan kian memanas.
Serangan ini terjadi menyusul malam ketujuh serangan Amerika Serikat terhadap target-target Iran, nan memicu tindakan jawaban dari Teheran terhadap negara-negara sekutu AS di area Teluk.
"Pembangkit listrik dan distilasi air lain menjadi sasaran serangan musuh nan menyebabkan kebakaran pada salah satu komponen pembangkit," demikian pernyataan Kementerian Listrik dan Air Kuwait.
Akibat serangan tersebut, beberapa pembangkit listrik terpaksa dinonaktifkan. Insiden ini merupakan serangan kedua terhadap akomodasi serupa dalam dua hari terakhir, setelah serangan pertama pada Jumat juga menyebabkan kerusakan dan kebakaran.
Dampak Kerusakan dan Korban
Dinas pemadam kebakaran Kuwait menambahkan bahwa serangan pada Sabtu memicu dua kebakaran di letak terpisah, nan mengakibatkan beberapa petugas pemadam kebakaran dan seorang pekerja mengalami luka-luka.
Kementerian Luar Negeri Kuwait mengecam keras tindakan tersebut. "Penargetan berulang terhadap akomodasi vital ini menunjukkan pendekatan permusuhan sistematis terhadap situs sipil dan prasarana vital nan membahayakan nyawa serta keselamatan penduduk sipil," tegas kementerian tersebut.
Sementara itu, perusahaan minyak negara Kuwait melaporkan ada korban luka dan kerugian material nan signifikan setelah serangan terhadap akomodasi minyak mereka. Menurut instansi buletin negara Kuna, letak tersebut telah dievakuasi sepenuhnya.
Kekhawatiran Warga dan Gangguan Penerbangan
Eskalasi ini memicu ketakutan di kalangan masyarakat bakal kelangkaan peralatan kebutuhan pokok. Hassan Rayan, 61, seorang penduduk LIbanon nan tinggal di Kuwait, mengungkapkan bahwa permintaan air dan peralatan kalengan meningkat tajam lantaran kekhawatiran bakal terganggu rantai pasokan.
Selain prasarana energi, sektor transportasi juga terdampak. Maskapai nasional Kuwait menyatakan bahwa lampau lintas udara di Bandara Internasional Kuwait sempat dihentikan sementara akibat serangan roket dan pesawat nirawak (drone), nan memaksa sebagian besar agenda penerbangan diatur ulang.
Serangan di Bahrain
Selain Kuwait, Iran juga meningkatkan serangan ke Bahrain. Kedua negara tersebut diketahui menampung instalasi militer utama Amerika Serikat. Di Bahrain, pihak militer mengeklaim pertahanan udara mereka sukses menghalau gelombang serangan udara dari Iran pada Sabtu.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan sirene serangan udara telah bersuara lima kali sejak fajar, mendesak penduduk untuk segera mencari perlindungan. Tentara Iran melalui penyiar negara menyatakan bahwa mereka menargetkan Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain nan digunakan oleh AS sebagai pembalasan atas serangan Amerika.
Drone Iran dilaporkan menargetkan hanggar pesawat, area parkir, tangki penyimpanan bahan bakar militer AS, serta beberapa jembatan penghubung di Bahrain. (AFP/I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·