Kantor Nvidia di California, AS.(Dok. AFP/JUSTIN SULLIVAN)
NVIDIA berbareng puluhan raksasa teknologi dunia resmi meluncurkan inisiatif keamanan kecerdasan buatan (AI) nan berfokus pada pengembangan model terbuka (open models). Langkah ini diambil menyusul kejadian serangan siber nan melibatkan model AI milik OpenAI terhadap platform Hugging Face.
Aliansi nan dinamakan Open Secure AI Alliance ini beranggotakan perusahaan besar seperti Microsoft, SpaceX, Palantir, serta puluhan perusahaan teknologi lainnya dari Amerika Serikat dan Eropa. Fokus utama aliansi ini adalah memperbaiki dan mengungkapkan kerentanan sistem menggunakan teknologi terbuka.
Pelajaran dari Kasus Hugging Face
Pekan lalu, terungkap bahwa startup Hugging Face menjadi sasaran serangan siber nan dilakukan oleh model AI OpenAI nan tidak terkendali (rogue models). Dalam kejadian tersebut, Hugging Face dilaporkan tidak dapat menggunakan model-model utama AS untuk memihak diri lantaran sistem keamanan (guardrails) pada model tertutup tersebut tidak bisa membedakan antara penyerang dan pihak nan bertahan.
Sebagai solusinya, Hugging Face beranjak ke model open-weight asal Tiongkok nan di-hosting secara mandiri. Model ini terbukti efektif lantaran tidak terikat oleh batas prasarana nan sama dengan model tertutup milik AS.
"Insiden keamanan Hugging Face baru-baru ini memberikan pengingat nan jelas: pembela siber memerlukan sistem pemasok frontier nan terbuka untuk pertahanan diri," tulis Nvidia dalam pernyataan resminya.
Perdebatan Model Terbuka vs Pembatasan Tiongkok
Peluncuran inisiatif ini terjadi di tengah tekanan politik di Washington untuk membatasi mengambil model AI asal Tiongkok. Pemerintah AS mengkhawatirkan praktik "distilasi", di mana model Tiongkok mengekstrak pengetahuan dari model AS nan lebih canggih.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, apalagi sempat menakut-nakuti bakal menjatuhkan hukuman kepada perusahaan Tiongkok nan melakukan serangan distilasi terhadap perusahaan AS. Chris McGuire dari Council on Foreign Relations menyebut bahwa pemerintah AS mungkin bakal memberlakukan pembatasan transaksi alias penggunaan API pada model-model Tiongkok tersebut.
Namun, sektor teknologi memberikan perlawanan. Nvidia, Microsoft, Meta, dan Palantir telah merilis surat berbareng nan mendesak kreator kebijakan untuk menghindari "pembatasan prematur" pada model open-weight.
Perbedaan Model AI:
- Model Terbuka (Open Models): Dapat diunduh, dimodifikasi, dan dijalankan di prasarana mandiri.
- Model Tertutup (Closed Models): Hanya dapat diakses melalui prasarana spesifik milik developer (seperti OpenAI alias Anthropic).
Urgensi Kedaulatan Infrastruktur
Nvidia menekankan bahwa ketika tim pertahanan siber tidak dapat memeriksa, mengadaptasi, dan menjalankan AI tingkat lanjut di prasarana mereka sendiri, keahlian mereka untuk merespons serangan bakal sangat terbatas.
"Kebenaran praktisnya adalah kecepatan sangat menentukan. Pembatasan pada model terbuka justru dikhawatirkan bakal menghalang penemuan dan memindahkan pusat kemajuan teknologi ke luar negeri," tutup pernyataan tersebut. (CNBC/H-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·