Serapan Anggaran Baru 30,61%, Begini Penjelasan Sekjen Kementrans

1 hari yang lalu 4
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretariat Jenderal Kementerian Transmigrasi optimistis penyerapan anggaran bakal meningkat signifikan hingga akhir tahun. Keyakinan tersebut seiring dengan mulai bergulirnya sejumlah aktivitas strategis, pengadaan, hingga training nan bakal dilaksanakan pada semester kedua 2026.

Di sisi lain, pemerintah juga telah menyiapkan kebijakan anggaran tahun depan. Fokusnya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pegawai, operasional kementerian, serta penguatan tata kelola dan transformasi digital.

"Untuk keahlian semester satu tahun 2026, sampai dengan hari ini Setjen baru mencapai realisasi anggaran sebesar 30,61 persen," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi Edy Gunawan dalam rapat berbareng Komisi V DPR RI, Rabu (24/6/2026).

Serapan tersebut tetap sesuai dengan tahapan penyelenggaraan program nan telah disusun. Sekjen juga telah melakukan pemetaan proyeksi realisasi anggaran dari masing-masing biro dan unit kerja. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh program dapat melangkah sesuai sasaran nan telah ditetapkan.

"Insyaallah kami sudah memproyeksikan realisasi anggaran sampai dengan akhir tahun untuk Setjen itu bisa mencapai 97,97 persen," ujarnya.

Sambil mengejar sasaran penyerapan 2026, Kementerian Transmigrasi juga mulai menyiapkan program kerja tahun depan. Pagu sugestif nan diterima Sekjen pada 2027 bakal digunakan untuk mendukung jasa dasar kementerian sekaligus mendukung sejumlah agenda transformasi kelembagaan.

"Setjen pagu sugestif tahun 2027 sebesar Rp310,63 miliar. Sebanyak 97,26 persen digunakan untuk program support manajemen dan 2,74 persen digunakan untuk program teknis transmigrasi," kata Edy.

Anggaran tersebut bakal difokuskan untuk memperkuat reformasi birokrasi, peningkatan kualitas perencanaan dan penganggaran, penguatan sumber daya manusia, transformasi digital, pengelolaan data, komunikasi publik, hingga training masyarakat transmigrasi.

"Dari total anggaran tersebut, 38,58 persen digunakan untuk shopping pegawai, 55,6 persen untuk shopping operasional, dan 5,13 persen untuk shopping non-operasional," jelasnya.

Ia menegaskan penyusunan anggaran dilakukan dengan prinsip kehati-hatian di tengah ruang fiskal nan terbatas. Prioritas utama tetap diberikan untuk menjamin kebutuhan pegawai dan operasional dasar kementerian sebelum mengalokasikan anggaran bagi program lainnya.

"Pada prinsipnya kami mengikuti pengarahan ketua bahwa nan utama adalah shopping pegawai, kemudian shopping operasional nan betul-betul kudu disiapkan, dan terakhir shopping non-operasional. Kami berambisi support agar dengan anggaran nan terbatas ini tetap dapat mendukung keberhasilan program transmigrasi dan pencapaian sasaran pembangunan nasional," tutup Edy.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya