Serbu! P2MI Buka Pelatihan Gratis Bagi Calon Migran Lulusan SMK

59 menit yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai membuka jalan bagi lulusan SMK dan masyarakat umum nan mau bekerja di luar negeri melalui program Asta Mandala SMK Go Global. Program nan menjadi bagian dari pengarahan Presiden Prabowo Subianto ini bakal membuka pendaftaran mulai 12 Agustus dengan seluruh biaya pelatihan, bahasa, hingga sertifikasi ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari sasaran percepatan penempatan 500.000 pekerja migran Indonesia hingga 2029 nan disiapkan sesuai kebutuhan industri di beragam negara tujuan.

"Tanggal 12 Agustus sudah mulai pendaftaran. Jadi sekarang sudah publikasi oleh seluruh balai-balai kita nan ada di 23 provinsi," kata Mukhtarudin dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, program Asta Mandala SMK Go Global tidak sekadar memberikan pelatihan, tetapi disusun berasas permintaan tenaga kerja dari negara tujuan. Pemerintah lebih dulu memetakan kebutuhan alias job order, kemudian menyiapkan kompetensi calon pekerja migran sesuai sektor nan dibutuhkan.

"Jadi mekanismenya ada dulu pasarnya, ada dulu negara penempatan dan sektor nan dibutuhkan, kompetensi seperti apa baru dilatih seperti apa. Jadi latih, kompeten, tempatkan. Sehingga KPI-nya adalah penempatan bukan hanya pelatihan," ujarnya.

Adapun negara tujuan prioritas meliputi Jepang, Jerman, Malaysia, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Turki, Maladewa hingga sejumlah negara di area Eropa. Adapun sektor nan dibutuhkan antara lain caregiver, perawat (nurse), manufaktur, konstruksi, welder, transportasi, hospitality, agrikultur hingga wellness therapist.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin membuka jalan bagi lulusan SMK dan masyarakat umum nan mau bekerja di luar negeri melalui program Asta Mandala SMK Go GlobalMenteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin membuka jalan bagi lulusan SMK dan masyarakat umum nan mau bekerja di luar negeri melalui program Asta Mandala SMK Go Global Foto: Martyasari Rizky

Mukhtarudin mengatakan, sasaran penempatan pekerja migran melalui program ini mencapai 500.000 orang dalam empat tahun. Rinciannya sebanyak 40.000 orang pada 2026, 140.000 orang pada 2027, 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029. Dari jumlah tersebut, sekitar 300.000 merupakan lulusan SMK dan 200.000 berasal dari masyarakat umum.

Untuk tahap awal, training dilakukan melalui skema upskilling, ialah meningkatkan kompetensi peserta nan telah mempunyai keahlian dasar sesuai bidangnya.

"Kegiatannya, ada nan dilatih secara teknis, kemudian bahasa dan sertifikasi. Jadi ada tiga macam nanti: bahasa, teknis, sertifikasi. Karena ini sifatnya quick win jadi kita mulainya upskilling. Jadi tidak dari nol," jelas dia.

Mukhtarudin menegaskan, kurikulum training dalam Asta Mandala SMK Go Global tidak menjadi bagian dari kurikulum pendidikan umum di SMK maupun perguruan tinggi. Program ini difokuskan sebagai training tambahan agar lulusan siap memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.

"Kita tidak mengaitkan dengan kurikulum nan ada di Dikdasmen maupun di Dikti. Jadi ini lebih sifatnya adalah penguatan segi teknis, bahasa dan sertifikasi. Jadi tidak dimasukkan dalam kurikulum," kata Mukhtarudin.

Ia juga memastikan seluruh peserta tidak dipungut biaya lantaran training sepenuhnya dibiayai pemerintah.

"Semuanya dibiayai oleh APBN, gratis. Jadi semuanya tidak dipungut biaya untuk peningkatan kapabilitas training ini sampai sertifikasinya," tegasnya.

Menurut dia, pembiayaan tersebut mencakup training teknis, training bahasa hingga sertifikasi bagi calon pekerja migran.

"Mulai dari training teknisnya, bahasanya, sertifikasinya itu dibiayai oleh APBN. Jadi semuanya free, semuanya cuma-cuma bagi calon pekerja migran nan siap bekerja ke luar negeri nan kudu ditingkatkan kapasitasnya," ucap dia.

Mukhtarudin berambisi program tersebut dapat menjadi pengganti bagi masyarakat nan mau bekerja di luar negeri melalui jalur resmi, sekaligus menekan praktik penempatan pekerja migran nonprosedural.

"Diharapkan masyarakat tidak lagi menggunakan jalur-jalur nan non prosedural lantaran jalurnya sudah ada, mekanismenya sudah ada, pembiayaannya sudah ada," pungkasnya.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya