Sering Lupa? National Institute on Aging Ungkap Kapan Harus Periksa ke Dokter

2 hari yang lalu 4
Sering Lupa? National Institute on Aging Ungkap Kapan Harus Periksa ke Dokter Perbedaan lupa dan demensia.(Dok. Magnific)

SERING lupa meletakkan kunci alias memerlukan waktu lebih lama untuk mengingat nama seseorang sering kali dianggap sebagai tanda kepikunan. Namun, National Institute on Aging (NIA) menegaskan bahwa tidak semua penurunan daya ingat merupakan tanda penyakit serius, melainkan bisa jadi bagian dari proses penuaan alami.

Menurut NIA, penuaan menyebabkan perubahan pada otak nan membikin proses mempelajari info baru menjadi lebih lambat. Meski demikian, penurunan memori juga bisa dipicu oleh aspek non-usia, seperti depresi, gangguan tidur, kekurangan vitamin B12, penyakit tiroid, hingga pengaruh samping obat-obatan tertentu.

Kapan Harus Waspada?

Masyarakat diminta waspada jika kelupaan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. NIA menyarankan pertimbangan medis segera jika seseorang menunjukkan indikasi berikut:

  • Sering mengusulkan pertanyaan nan sama berulang kali.
  • Tersesat di tempat nan sudah dikenal baik.
  • Kesulitan mengikuti petunjuk alias petunjuk sederhana.
  • Kebingungan akut terhadap waktu, tanggal, dan tempat.
  • Mulai mengabaikan perawatan diri dan kebersihan.

Gejala-gejala tersebut bisa mengarah pada mild cognitive impairment (MCI) alias demensia. NIA menekankan pentingnya pemantauan berkala lantaran tidak semua penderita MCI bakal berkembang menjadi demensia.

Tips Menjaga Kesehatan Otak

Meski belum ada langkah pasti mencegah penurunan daya ingat akibat usia, NIA merekomendasikan sejumlah kebiasaan sehat untuk menjaga kegunaan kognitif:

  1. Aktivitas Fisik: Rutin berolahraga untuk mendukung kesehatan jantung dan otak.
  2. Nutrisi Seimbang: Mengonsumsi makanan bergizi seiring bertambahnya usia.
  3. Tidur Cukup: Memenuhi lama tidur 7-8 jam setiap malam.
  4. Kontrol Kesehatan: Menjaga tekanan darah dan membatasi konsumsi alkohol.
  5. Stimulasi Mental: Tetap aktif secara sosial dan terus mempelajari keahlian baru.
  6. Alat Bantu: Menggunakan catatan alias almanak untuk mengurangi beban memori.

Terakhir, NIA mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh suplemen alias produk nan menyatakan dapat meningkatkan daya ingat tanpa support bukti ilmiah nan kuat.

Jika perubahan memori mulai menghalang rutinitas, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk pemeriksaan nan tepat. (National Institute on Aging/Z-10)

Selengkapnya