Setoran Bea Cukai Tak Capai Target 2026, Purbaya Ungkap Alasannya

13 jam yang lalu 3

Jakarta CNBC Indonesia - Pemerintah memproyeksikan realisasi penerimaan bea dan cukai hingga akhir tahun 2026 bakal di bawah sasaran alias terjadi shortfall.

Adapun perkiraan realisasi penerimaan dari bea dan cukai pada 2026 mencapai Rp320,6 triliu alias 95,4% dari sasaran APBN 2026 sebesar Rp336 triliun. Artinya terjadi shortfall Rp15,4 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, potensi shorfall setoran kepabeanan dan cukai mempertimbangkan perubahan nilai komoditas, nan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dunia nan belum kondusif.

"Harga komoditas jika nggak salah sempat terendah. Walaupun akhir-akhir ini naik tapi belum setinggi tahun lalu," ucapnya kepada pewarta saat ditemui di Gedung Juanda, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

"Mengingat kondisi dunia nan seperti ini kadang-kadang bagus, kadang-kadang nggak," ujar Purbaya.

Dalam kesempatan itu, Purbaya menampik proyeksi shortfall penerimaan kepabeanan dan cukai disebabkan tak kunjung jadinya penerapan pungutan terhadap bea keluar batu bara.

"Nah, itu kan tahun lampau juga sudah nggak ada kan bea keluar Batu Bara jadi bukan dari situ."

Wacana pengenaan bea keluar untuk ekspor komoditas batu bara sebenarnya sudah menyeruak sejak tahun lampau dan direncanakan mau diberlakukan mulai tahun ini.

Namun, hingga semester pertama usai, belum ada pengesahan bea keluar batu bara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan belum ada keputusan mengenai rencana penerapan kebijakan bea keluar untuk ekspor batu bara.

Pemerintah saat ini tetap melakukan kajian untuk memastikan izin nan bakal diterbitkan tidak mengganggu investasi di sektor pertambangan nasional.

Bahlil sudah bermufakat dengan Menteri Keuangan Purbaya Yuhdi Sadewa untuk menunggu formulasi nan paling tepat untuk rencana kebijakan penerapan bea keluar ekspor batu bara.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya