BPBD Kabupaten Tasikmalaya mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa nan mengalami krisis air bersih.(MI/KRISTIADI)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya memasok air bersih bagi penduduk nan tersebar di 86 desa di 19 Kecamatan. Pasokan air bersih kudu dilakukan lantaran penduduk sudah mengalami krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengatakan, musim tandus telah menyebabkan banyak sumur kering, sehingga krisis air bersih semakin meluas. Sampai saat ini, pasokan air bersih sudah dilakukan di 86 desa nan tersebar di 19 kecamatan. Lokasi terdampak merupakan dataran tinggi nan rawan mengalami kekeringan di musim kemarau.
"Masa siaga darurat musibah sudah ditetapkan hingga September. BPBD kudu memasok air bersih berbareng TNI, Polri, Perumda Tirta Sukapura, Arta Galunggung ke letak nan mengalami krisis air bersih. Krisis air bersih terjadi akibat ada kerusakan lingkungan, debit air menurun, perubahan suasana picu musim kemarau, serta belum adanya program SPAM dan Pamsimas," ujarnya, Rabu (5/8).
Menurut dia, musim tandus telah membikin banyak penduduk mengalami krisis air bersih lantaran sumur nan mereka gali kering. Warga memerlukan air bersih untuk memasak, minum, mandi, cuci pakaian, kakus dan lainnya.
Sampai saat ini, petugas campuran bakal terus memasok air ke beragam wilayah sesuai permintaan.
Sementara itu, Soiman, penduduk Kecamatan Cineam mengatakan, musim tandus nan terjadi sejak awal April menyebabkan krisis air bersih di wilayahnya. Banyak penduduk terpaksa membeli air isi ulang seharga Rp15 ribu per galon.
"Kami berambisi semoga pada Agustus ini sudah turun hujan. Selain krisis air bersih, kondisi lahan pertanian juga mengalami kekerinan, mengakibatkan 80% lahan persawahan mengalami kandas tanam dan kandas panen," paparnya.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·