Siap-Siap Ada Lowongan Kerja Sampai 12.000 Orang di Daerah Ini

5 hari yang lalu 18

Jakarta, CNBC Indonesia - Proyek pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, diproyeksikan bakal menyerap hingga 12.000 tenaga kerja langsung selama masa bangunan dan operasional.

Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan proyek pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela diproyeksikan memberikan faedah ekonomi dan fiskal nan signifikan bagi Indonesia.

Menurutnya, proyek ini diproyeksikan bakal meningkatkan penerimaan negara dengan proyeksi pendapatan langsung mencapai US$ 37,8 miliar sepanjang masa bangunan hingga operasi. Proyek tersebut juga diperkirakan menghasilkan penerimaan pajak tidak langsung sekitar US$ 6,43 miliar.

"Bapak Presiden nan kami hormati, izinkan kami juga melaporkan, bahwa proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan faedah ekonomi dan fiskal nan signifikan," kata Bahlil dalam aktivitas groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela, Kamis (16/7/2026).

Selain memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara, proyek gas raksasa tersebut juga diproyeksikan bisa menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja langsung selama tahap bangunan dan operasional.

"Menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12 ribu tenaga kerja langsung, jika tambah tidak tenaga kerja langsung itu bisa kali tiga, menurut teori ekonominya begitu," ungkap Bahlil.

Sementara itu, CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda menyebut dimulainya pembangunan Lapangan Abadi menjadi tonggak krusial hasil kerjasama antara Pemerintah Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Pada kesempatan nan berbobot ini, saya mau menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kami nan terdalam kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, kementerian, pemerintah daerah, dan semua pihak nan telah memberikan bimbingan, kepercayaan, dan support luar biasa," ujar Ueda.

Menurutnya, Proyek Lapangan Abadi merupakan salah satu proyek pengembangan gas terbesar di Indonesia dengan kapabilitas produksi 9,5 MMTPA LNG per tahun. Proyek ini diharapkan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang sekaligus memberikan faedah berkepanjangan bagi masyarakat.

Selain memasok kebutuhan daya Indonesia, dia mengatakan proyek tersebut juga bakal berkontribusi terhadap ketahanan daya Jepang dan area Indo-Pasifik.

"Proyek ini diberi nama Abadi dengan angan bakal terus memenuhi peran ini selama bertahun-tahun mendatang," katanya.

Sebagaimana diketahui, Lapangan Abadi Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan persediaan gas terbesar di Indonesia nan terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter.

Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) Masela nan ditandatangani pada 1998 lampau dan telah diperpanjang hingga 2055 ini berpotensi menghasilkan 9,5 MMTPA (juta metrik ton per tahun) LNG dan 150 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) gas pipa. Selain itu, Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35.000 barel per hari.

Selengkapnya